Hamas menyatakan memerlukan waktu tambahan untuk mendalami rencana perdamaian yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait situasi di Gaza. Rencana tersebut mendapat dukungan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan berisi sejumlah poin penting seperti gencatan senjata serta pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.
Proposal damai ini juga mencakup perlucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Meski mendapat sambutan positif dari beberapa negara, termasuk negara Arab dan Muslim, Hamas masih melanjutkan proses konsultasi internal dan dengan para mediator terkait isi rencana tersebut.
Hamas Masih Konsultasi dan Evaluasi Rencana
Seorang pejabat Hamas yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kelompoknya belum bisa memberikan keputusan final karena masih dalam tahap diskusi. “Hamas masih melanjutkan konsultasi mengenai rencana Trump dan telah memberi tahu para mediator bahwa konsultasi tersebut masih berlangsung dan membutuhkan waktu,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Sebelumnya, Trump memberikan ultimatum kepada Hamas untuk menerima rencana damai dalam waktu “tiga atau empat hari”. Pernyataan ini mendapat tanggapan dari sejumlah negara besar serta negara-negara Arab dan Muslim yang mendukung upaya perdamaian tersebut.
Beberapa Poin Rencana Dinilai Mengkhawatirkan
Mohammad Nazzal, anggota biro politik Hamas, mengatakan bahwa pihaknya melihat ada beberapa poin dalam rencana yang menimbulkan kekhawatiran. “Kami akan segera mengumumkan posisi kami terkait hal tersebut,” kata Nazzal, dikutip dari AFP.
Hamas juga menjelaskan sedang berkomunikasi dengan para mediator serta pihak Arab dan Islam untuk mencapai kesepahaman bersama. Sumber dekat pimpinan Hamas menyebutkan bahwa kelompok tersebut ingin mengubah beberapa klausul dalam rencana, termasuk soal perlucutan senjata dan pengusiran kader Hamas.
Selain itu, Hamas menginginkan jaminan internasional agar pasukan Israel benar-benar menarik diri sepenuhnya dari Jalur Gaza. Mereka juga menuntut jaminan bahwa tidak akan terjadi upaya pembunuhan terhadap anggota Hamas baik di dalam maupun di luar wilayah Gaza.

Tinggalkan Balasan