Desakan terhadap FIFA untuk mengambil sikap tegas terkait konflik Israel di Gaza terus meningkat. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa organisasi sepak bola dunia itu tidak dapat menyelesaikan masalah geopolitik yang kompleks tersebut.

Situasi ini memicu perdebatan luas karena FIFA dan UEFA, yang menaungi Israel, belum menunjukkan sikap tegas meski Israel menghadapi kecaman internasional atas tindakannya di Gaza. Di sisi lain, FIFA dan UEFA pernah mengambil tindakan tegas terhadap Rusia dengan menghentikan semua aktivitas sepak bola terkait pada Februari 2022, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

FIFA dan UEFA di Tengah Tekanan Internasional

UEFA sempat mempertimbangkan untuk mendiskualifikasi tim nasional dan klub Israel dari kompetisi mereka. Namun, langkah itu tertunda karena keterlibatan Israel dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berada di bawah kendali FIFA. Rencana sanksi tersebut akhirnya ditangguhkan seiring adanya upaya perdamaian di Gaza.

Hubungan baik antara Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, diyakini turut memengaruhi sikap FIFA dalam isu ini.

Pesan Infantino tentang Peran Sepak Bola

Infantino menegaskan, “Di FIFA, kami berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola untuk menyatukan orang-orang di dunia yang terbelah.” Ia menambahkan bahwa sepak bola saat ini harus menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan, terutama bagi mereka yang menderita akibat konflik global.

“FIFA tak bisa menyelesaikan masalah-masalah geopolitik, tapi bisa dan harus mempromosikan sepak bola di seluruh dunia dengan nilai-nilai persatuan, edukasi, kultur, dan kemanusiaannya,” ujar Infantino, merujuk pada situasi di Gaza.