Penghargaan Santini JMTV Awards 2025 menjadi ajang yang sangat dinanti oleh para atlet, pelatih, hingga penggiat olahraga di Indonesia. Ajang ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan prestasi yang telah ditorehkan oleh berbagai pihak dalam dunia olahraga. Tahun ini, JMTV menghadirkan sejumlah kategori baru yang mencakup berbagai cabang olahraga seperti olahraga umum, e-sport, hingga paralimpik.

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) turut bangga atas partisipasinya dalam ajang bergengsi tersebut. Dua mahasiswa UMSURA berhasil masuk dalam nominasi Santini JMTV Awards 2025. Mereka adalah Rizky Ridho Ramadhani, mahasiswa Program Studi Manajemen, yang masuk dalam kategori Atlet Sepak Bola Pria Terfavorit, serta Rilus Siko, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, yang masuk dalam kategori Atlet Difabel Terfavorit.

Rilus Siko mengungkapkan kejutan dan rasa syukur atas pencapaian yang diraihnya. Ia mengatakan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya dalam ajang nasional seperti ini. Baginya, nominasi ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi besar untuk terus berkembang dan berprestasi.

“Ini kali pertama saya masuk nominasi. Sebuah kesempatan yang luar biasa dan menjadi pemacu semangat bagi saya untuk terus berprestasi ke depan,” ujar Rilus saat diwawancarai.

Ia menilai bahwa perhatian dari media nasional seperti JMTV merupakan dukungan nyata bagi atlet difabel di Indonesia. Menurutnya, banyak masyarakat masih memandang sebelah mata terhadap atlet disabilitas, meskipun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa.

“Bagi saya ini sangat luar biasa. Media nasional seperti JMTV memberi ruang dan dukungan kepada teman-teman disabilitas yang berprestasi di bidang olahraga. Padahal kita tahu, hingga saat ini atlet disabilitas masih sering menghadapi stigma dan keterbatasan, termasuk soal kesejahteraan,” tambahnya.

Rilus juga menyampaikan pesan motivasi kepada para penyandang disabilitas agar tidak ragu terhadap potensi diri sendiri. Ia menekankan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kondisi tertentu bukan karena benci, tetapi sebagai ujian agar seseorang bisa menjadi lebih kuat, bersyukur, dan percaya bahwa ia mampu melewati segala keterbatasan.

“Yakin dan percaya pada diri sendiri. Tuhan menciptakan kita dengan kondisi seperti ini bukan karena benci, tetapi sebagai ujian agar kita kuat, bersyukur, dan percaya bahwa kita mampu melewati semua keterbatasan,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor UMSURA, Radius Setiyawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian dua mahasiswanya. Ia menilai bahwa prestasi Rizky Ridho dan Rilus Siko membuktikan bahwa mahasiswa UMSURA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga di bidang non-akademik.

“Prestasi Rizky Ridho dan Rilus Siko membuktikan bahwa mahasiswa UMSURA tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga di bidang non-akademik. Ini tentu membanggakan dan menginspirasi,” ujar Radius.

Dia menjelaskan bahwa UMSURA berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa berprestasi, termasuk melalui skema beasiswa atlet dan pendampingan berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh civitas academica dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan melalui voting.

“Kami mengajak seluruh civitas academica dan masyarakat luas untuk memberikan dukungan melalui voting. Semoga kedua mahasiswa kami meraih hasil terbaik dan menjadi juara,” pungkasnya.