Pemain Muda Sriwijaya FC Tetap Berlatih Mandiri

Muhammad Tirto Wicaksono, seorang gelandang muda yang berusia 19 tahun, menyatakan sikapnya untuk tetap patuh mengikuti instruksi pelatih kepala Budi Sudarsono. Ia menunggu keputusan terkait rencana latihan tim Sriwijaya FC yang akan digelar di Palembang pada hari Kamis (18/12/2025) mendatang.

“Kalau saya ngikut apapun keputusan dari head coach. Kalau head coach memberi tahu kumpul latihan Sriwijaya FC tanggal sekian, saya ikut latihan,” ujar Tirto kepada Cariberita.id, Sabtu (13/12/2025).

Tirto lahir di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2005 dan selama jeda kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, ia tetap melakukan latihan mandiri. “Tetap latihan-latihan sendiri, ngegym gitu,” katanya.

Ia berharap bisa membawa Sriwijaya FC bangkit dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/26. Menjelang laga ke-13 melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Tirto mengajak seluruh tim untuk melupakan kekalahan sebelumnya dan fokus meraih kemenangan perdana.

“Semoga bisa menang menghadapi PSMS Medan, dan kedepannya menang terus sampai keluar dari zona degradasi,” kata Muhammad Tirto Wicaksono.

Sriwijaya FC saat ini masih terpuruk di posisi juru kunci grup barat dengan hanya 2 poin dari 12 laga. Tirto, jebolan Diklat Salatiga, mengaku tetap berlatih di Palembang saat jeda kompetisi demi memperbaiki performa. “Harapannya semoga kita bisa mendapatkan kemenangan dan keluar dari zona degradasi,” ujarnya.

Selama masa liburan di Palembang, Tirto lebih memilih tetap tinggal di sana dan tidak pulang ke kampung halamannya, Jakarta. Ia hanya melakukan latihan dan sedikit bersosialisasi dengan teman-temannya dari klub Sriwijaya FC.

“Selama masa libur di Palembang cuma latihan-latihan aja, paling keluar sama temen-teman Sriwijaya FC aja buat ngopi,” ujar Tirto.

Tirto merasa senang bisa bergabung dengan Sriwijaya FC yang menjadi pengalaman pertamanya masuk ke tim liga profesional. “Apalagi Sriwijaya FC adalah klub besar di Indonesia, dengan nama yang sudah dikenal luas dan suporter yang begitu fanatik,” ungkap Muhammad Tirto Wicaksono.

Dengan postur tubuh 172 cm dan berat badan 73 kg, Tirto mengidolakan Carlos Henrique Casimiro, gelandang bertahan Manchester United dan tim nasional Brasil. Ia juga doyan makan salad dan merupakan sulung dari dua bersaudara dari pasangan Juwadi dan Sri Winingsih.

Tirto memiliki hobi traveling dan menceritakan bahwa dirinya pertama kali bermain sepakbola pada usia 7 tahun. “Saya saat itu masuk SSB UMS Jakarta sekitar tahun 2011-2012,” kata Tirto.

Kariernya kemudian melanjut ke Diklat Salatiga TC, Dewa United U18, HWFC, Persesa Sampang. Ia juga tampil di Liga Topskor Jateng, Liga Santri Nasional, EPA 18, dan Liga 4.

Diklat Salatiga Training Centre merupakan tempat munculnya bibit-bibit unggul atlet sepakbola yang menjadi tulang punggung klub elite dan Timnas Indonesia. Dari tempat inilah telah lahir talenta besar pemain sepak bola ternama di negeri ini. Mulai era Iswadi Idris, Anjas Asmara, Kurniawan Dwi Yulianto, Gendut Doni Christiawan, Bambang Pamungkas, Bayu Pradana.

Sementara itu, pelatih kepala Budi Sudarsono yang akrab disapa Budigol mengaku hingga kini belum ada kabar tentang rencana TC Sriwijaya FC bakal digelar di Palembang mulai Kamis (18/12/2025). “Saya belum ada kabar. Sampai sekarang belum ada manajemen Sriwijaya FC yang menghubungi saya,” ungkap Budi Sudarsono kepada Cariberita.id, Jumat (12/12/2025).