Tangis sedih terdengar di Desa Batu Godang, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Warga setempat mengalami kesedihan mendalam saat proses evakuasi dan pemakaman korban banjir serta longsoran tanah berlangsung. Mereka tidak kuasa menahan air mata melihat sanak saudaranya terbujur kaku akibat bencana alam yang terjadi.

Kantong-kantong jenazah silih berganti dibawa oleh Tim SAR gabungan. Petugas meminta warga untuk mengenali para korban. “Apakah ada yang mengenali?” tanya petugas seperti dikutip dari video yang dikirimkan Basarnas, Selasa (2/12). Beberapa warga pun menjawab dengan suara lirih. “Iya ini, keluarga saya,” ujarnya.

Sebanyak 22 warga Desa Batu Godang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Seluruh korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR pada Senin (1/12). Rumah-rumah mereka hancur dan rata dengan tanah. Kehilangan keluarga semakin memperparah luka yang dialami warga.

Menurut Kepala Desa Batu Godang, Mahmudin Sihombing, korban terdiri dari 14 laki-laki dan 8 perempuan. “Untuk rumah yang tertimbun sebanyak 10 rumah terdiri dari 13 KK,” kata Mahmudin.

“Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor dibantu menggunakan alat berat beko bantuan dari PT. Hapesong,” tambah Sihombing.



Berikut adalah daftar identitas 22 korban:

  • Parmin – Laki-laki
  • Runta – Perempuan
  • Edi – Laki-laki
  • Semini – Perempuan
  • Amanda – Perempuan
  • Amel – Perempuan
  • Yuda – Laki-laki
  • Waso – Laki-laki
  • Rizal – Laki-laki
  • Basuki – Laki-laki
  • Samina – Perempuan
  • Canra – Laki-laki
  • Dani – Laki-laki
  • Reno – Laki-laki
  • Zana – Laki-laki
  • Ondos (41 tahun) – Laki-laki
  • Irwan (29 tahun) – Laki-laki
  • Ayu (23 tahun) – Perempuan
  • Jambul (35 tahun) – Laki-laki
  • Husein (70 tahun) – Laki-laki
  • Tasya (15 Thn) – Perempuan
  • Riska – Perempuan

Bencana ini menjadi duka yang sangat dalam bagi masyarakat Desa Batu Godang. Proses pemulihan dan pembersihan area yang terkena dampak longsor masih berlangsung. Bantuan dari berbagai pihak mulai mengalir, termasuk bantuan logistik dan dukungan psikologis bagi warga yang kehilangan anggota keluarga.

Selain itu, pemerintah setempat juga sedang mempersiapkan rencana jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Ini termasuk peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, pengadaan alat deteksi dini, serta pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan tahan terhadap bencana alam.

Proses pemakaman korban dilakukan secara khusus dan penuh penghormatan. Keluarga korban diberikan bantuan untuk membantu proses pemakaman dan pemulihan hidup pasca-bencana.

Semangat kebersamaan dan solidaritas tampak terlihat dalam upaya penyelamatan dan pemulihan. Warga saling membantu satu sama lain, baik dalam proses evakuasi maupun dalam pascabencana.

Dengan bantuan dari berbagai pihak, masyarakat Desa Batu Godang berharap dapat bangkit kembali dan kembali menjalani kehidupan yang lebih stabil dan aman.