OSAKA, Cariberita.id
Mesin cuci manusia yang dirancang untuk membersihkan tubuh secara otomatis kini mulai dipasarkan di Jepang dengan harga 60 juta yen (sekitar Rp 6,4 miliar). Mesin ini diberi nama “Mesin Cuci Manusia Mirai” dan dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Osaka, Science.
Pengenalan mesin ini pertama kali menarik perhatian publik saat dipamerkan dalam gelaran Osaka-Kansai Expo 2025. Salah satu pembeli, yakni perusahaan Yamada Denki, akan memajang mesin tersebut di toko elektronik LABI Ikebukuro Main Store, Tokyo, mulai 25 Desember 2025. Pengunjung juga dapat mencoba langsung pengalaman menggunakan mesin ini.
Cara Kerja Mesin Cuci Manusia Mirai
Mesin canggih ini bekerja dengan cara membersihkan seluruh tubuh manusia hanya dengan rebahan di dalam kapsul selama 15 menit. Tanpa perlu digosok atau dibilas manual, tubuh akan dicuci dan dikeringkan secara otomatis oleh teknologi gelembung mikro ultra-halus. Gelembung tersebut mampu menembus pori-pori kulit untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati, dan sebum.
Mesin mandi ini memiliki dimensi lebar satu meter, panjang 2,5 meter, dan tinggi 2,6 meter. Selama proses pembersihan, sistem sensor akan memantau kondisi kesehatan pengguna. Musik dan video relaksasi juga diputar guna memberikan kenyamanan selama sesi berlangsung.
Inspirasi dan Perkembangan
Presiden Science, Yasuaki Aoyama, mengungkapkan bahwa ide pembuatan mesin ini terinspirasi dari prototipe serupa yang dipamerkan oleh Sanyo Electric (kini Panasonic) dalam Osaka Expo 1970. Namun, kala itu proyek tersebut gagal dikomersialkan karena keterbatasan teknologi dan biaya produksi.
“Presiden kami terinspirasi saat melihat pameran mesin cuci manusia di Osaka World Expo 1970. Ia masih berusia sepuluh tahun saat itu,” ungkap perwakilan Science dalam wawancaranya.
Minat Pencoba Mirai Sangat Tinggi
Mesin cuci manusia Mirai dikembangkan selama enam tahun oleh tim Science. Awalnya hanya ada satu unit prototipe yang dibuat khusus untuk Expo. Namun, antusiasme pengunjung yang luar biasa—tercatat sekitar 40.000 orang mendaftar untuk mencoba—membuat perusahaan mempertimbangkan produksi komersial.
Prototipe mesin cuci manusia ini sebelumnya menarik perhatian besar selama enam bulan World Expo di Osaka yang berakhir pada Oktober 2025. Jumlah pengunjung mencapai lebih dari 27 juta orang.
Media teknologi Jepang, Slashgear, melaporkan bahwa hingga Oktober 2025 sudah ada 6-8 unit yang dipesan. Meski demikian, produksi mesin ini akan dibatasi hanya 40-50 unit untuk menjaga eksklusivitas dan nilai teknologi.
Produk ini juga tidak akan tersedia untuk penggunaan pribadi. Target utama penjualan adalah fasilitas publik seperti hotel, spa, pemandian air panas, dan tempat rekreasi.
Meski demikian, perwakilan Science tidak menutup kemungkinan bahwa versi rumahan akan dikembangkan di masa depan.
“Jika teknologi ini terus berkembang dan sistem produksi massal sudah terbentuk, kemungkinan akan ada model rumah tangga yang lebih terjangkau,” ujar perwakilan perusahaan.

Tinggalkan Balasan