Perayaan Bersejarah di Gereja Katolik Santa Theresia Kanak-kanak Yesus Bungku
Pada Jumat, 28 November 2025, umat Katolik di Stasi Bungku, Tepeasa, dan Moroso merayakan momen penting dalam sejarah kehidupan beragama mereka. Pada hari itu, Gereja Katolik Santa Theresia Kanak-kanak Yesus Bungku ditabiskan, sekaligus dilaksanakan penerimaan Sakramen Krisma bagi 83 orang muda-mudi Katolik. Perayaan ini dipimpin langsung oleh Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC.
Dalam homilinya, Uskup Benedictus menekankan bahwa gedung gereja adalah sarana untuk memperkuat iman, tetapi yang utama adalah pembaruan iman umat. Ia mengingatkan pesan Kitab Hosea bahwa Tuhan menghendaki belas kasih, kemurahan hati, serta keterbukaan untuk saling menghargai dan mengampuni.

“Allah tidak dibatasi oleh gedung fisik. Kita semua adalah rumah Allah, wajah-Nya yang nyata. Keselamatan bukan untuk diri sendiri, tetapi bersama-sama,” ujarnya.
Uskup juga menyampaikan harapan bahwa kehadiran gereja baru ini akan memperkuat iman umat sekaligus membangun toleransi dan penghargaan antar sesama. Selain itu, ia menjelaskan bahwa saat ini sedang ada pembicaraan terkait wacana pemekaran Keuskupan Manado yang nantinya dapat mencakup wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan umat dan dinamika pelayanan pastoral.
Kehadiran TNI dalam Perayaan
Pada kesempatan tersebut, Dandim 1311 Morowali, Letkol Inf Abraham S. Pandjaitan, M.SS, turut hadir dan menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk di lingkungan gereja.
“Kami memastikan seluruh prajurit dan keluarga dapat beribadah sesuai keyakinannya. Gereja ini menjadi pusat penguatan iman, persaudaraan, dan kontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan berbagai rumah ibadah di lingkungan TNI merupakan tradisi untuk menjamin kebebasan beragama anggota, baik yang beragama Islam, Kristen, Katolik, maupun Hindu. Menurutnya, tempat ibadah di lingkungan TNI selalu terbuka bagi siapa pun.
Simbol Toleransi dan Keberagaman
Peresmian gereja ini menjadi simbol toleransi dan keberagaman, sekaligus momentum memperkuat kehidupan beragama dan persaudaraan di Morowali. Gereja baru ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial dan spiritual bagi umat Katolik di daerah tersebut.
Selain itu, perayaan ini juga menjadi kesempatan bagi para muda-mudi untuk memperkuat iman mereka melalui penerimaan Sakramen Krisma. Prosesi ini dilakukan dengan penuh kerinduan dan semangat, karena menjadi langkah penting dalam perjalanan iman mereka.
Harapan Masa Depan
Uskup Benedictus berharap, dengan adanya gereja baru ini, umat Katolik di daerah tersebut akan semakin kuat dalam menjalani kehidupan beriman. Ia juga berharap, gereja ini dapat menjadi tempat berkumpul untuk saling mendukung, berbagi, dan memperluas cakrawala iman.
Selain itu, kehadiran gereja ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan daerah, baik secara spiritual maupun sosial. Dengan adanya tempat ibadah yang layak, masyarakat dapat lebih fokus pada pengembangan diri dan kebersamaan.
Penutup
Perayaan penabisan gereja dan penerimaan Sakramen Krisma ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh umat Katolik di daerah tersebut. Semangat kebersamaan, toleransi, dan keberagaman menjadi nilai-nilai yang dipegang teguh dalam perayaan ini. Gereja Santa Theresia Kanak-kanak Yesus Bungku diharapkan menjadi saksi hidup dari iman yang kuat dan persaudaraan yang erat.

Tinggalkan Balasan