Bacaan Liturgi Hari Ini untuk Pesta Fakultatif Santa Katarina Laboure

Bacaan liturgi hari ini menghadirkan teks-teks dari Kitab Daniel dan Injil Lukas. Bacaan-bacaan ini menjadi bagian dari perayaan Pesta Fakultatif Santa Katarina Laboure, Perawan, serta hari biasa pekan XXXIV tahun C dengan warna liturgi hijau.

Bacaan Pertama: Kitab Daniel 7:2-14

Daniel mengalami penglihatan malam hari di mana keempat angin dari langit mengguncangkan laut besar. Dari dalam laut naik empat binatang besar yang berbeda satu sama lain. Yang pertama seperti singa dengan sayap burung rajawali, lalu diberikan hati manusia. Yang kedua seperti beruang, dengan tiga tulang rusuk di mulutnya. Yang ketiga seperti macan tutul dengan empat sayap burung dan kepala empat. Yang keempat sangat menakutkan, bergigi besar dari besi, melahap dan meremukkan segala sesuatu. Di antara tanduk-tanduk itu muncul tanduk lain yang kecil, hingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu tercabut. Tanduk itu memiliki mata manusia dan mulut yang menyombong.

Sementara itu, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya dengan pakaian putih seperti salju dan rambut bersih seperti bulu domba. Api mengalir dari hadapan-Nya, dan ribuan melayani Dia. Majelis Pengadilan duduk, dan kitab-kitab dibuka. Binatang-binatang yang lain kekuasaannya dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai waktu dan saatnya. Dalam penglihatan malam itu, seorang seperti anak manusia datang dengan awan-awan dari langit, dibawa ke hadapan Yang Lanjut Usianya, dan diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan yang tidak akan musnah.

Mazmur Tanggapan: Kitab Daniel 3:75-81

Pujilah Tuhan, hai gunung gemunung, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala tumbuhan di bumi, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segenap mata air dan bukit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai lautan dan sungai, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai raksasa lautan dan segala apa yang bergerak di dalam air, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai unggas di udara, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, hai segala binatang buas dan ternak di bumi, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Injil Katolik: Lukas 21:29-33

Yesus memberikan perumpamaan kepada murid-murid-Nya: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Bacaan Kedua (BCO): Kitab Yehezkiel 40:1-4; 43:1-12; 44:6-9

Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, Tuhan membawa Daniel ke tanah Israel dan menempatkannya di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di hadapannya ada yang menyerupai bentuk kota. Orang yang kelihatan seperti tembaga dengan tali lenan dan tongkat pengukur berdiri di pintu gerbang. Ia memerintahkan Daniel untuk mengamati dan memperhatikan segala sesuatu yang diperlihatkan kepadanya.

Kemuliaan Tuhan datang dari sebelah timur dan terdengar suara seperti air terjun yang menderu. Bait Suci penuh kemuliaan Tuhan. Tuhan berfirman bahwa Ia akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya. Kaum Israel tidak lagi menajiskan nama-Nya dengan perbuatan-perbuatan keji mereka. Mereka akan menjauhkan ketidaksetiaan dan mayat raja-raja mereka dari pada-Nya, dan Tuhan akan diam di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.

Santa Katarina Laboure, Perawan

Zoe Laboure, nama kecil Katarina Laboure, lahir di desa Fainles Mautiers, Prancis, pada tanggal 2 Mei 1806. Ia bekerja sebagai pelayan, lalu masuk biara Suster-suster ‘Puteri Kasih’ dengan nama ‘Katarina’. Ia sederhana, saleh, rajin, dan penuh pengabdian. Selama hidupnya, ia tidak pernah belajar membaca dan menulis.

Beberapa hari setelah menjadi postulan di biara Rue de Bac, Paris, Bunda Maria menampakkan diri kepadanya. Pada tengah malam tanggal 18/19 Juli 1830, ia terbangun karena suara ajaib yang memanggilnya tiga kali. Anak kecil muncul dan mengajaknya ke kapel. Di dalam kapel, Bunda Maria muncul dan berbicara dengannya tentang tugas perutusannya.

Pada tanggal 27 Nopember 1830, Bunda Maria menampakkan diri dalam rupa gambar. Bola bumi dikelilingi tulisan: “Oh Maria yang dikandung tanpa noda dosa, doakanlah kami yang berlindung kepadamu!” Gambar itu lalu membalik dan menampakkan huruf “M” dengan hati dan salib. Bunda Maria menyuruhnya membuat medali yang berbentuk bulat lonjong. Medali ini dikenal sebagai ‘Medali Wasiat’, yang membawa karunia khusus bagi pemakainya.

Katarina melanjutkan cara hidupnya dalam kesederhanaan dan kerendahan hati. Penampakan-penampakan itu terus berlanjut hingga bulan September 1881. Setelah diselidiki oleh Pastor Aladel dan Uskup Agung de Quelen, medali tersebut dibuat dan disebarluaskan. Katarina meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 1876. Ia digelari ‘beata’ pada tahun 1933 dan dinyatakan sebagai ‘santa’ pada tahun 1947 oleh Paus Pius XII.