Perhatian terhadap kehadiran Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di KTT G20 di Afrika Selatan menarik perhatian media internasional. Salah satu media yang meliput insiden ini adalah CGTN, yang memberitakan bahwa Takaichi tiba terlambat selama satu jam dalam acara tersebut.

Insiden ini muncul di tengah ketegangan hubungan antara China dan Jepang, khususnya setelah pernyataan Takaichi tentang Taiwan yang menimbulkan reaksi keras dari pihak China. Dalam laporan CGTN, video yang dirilis menunjukkan bahwa Takaichi baru masuk ke ruangan setelah sebagian besar pemimpin negara anggota G20 sudah hadir dan duduk di tempat masing-masing.

Menurut informasi yang disampaikan oleh CGTN, Takaichi mengunggah tulisan di media sosial yang menyebutkan bahwa ia membutuhkan waktu berjam-jam untuk memilih pakaian yang dianggap mampu mencerminkan martabatnya. Unggahan ini mendapat respons yang cukup keras dari netizen Jepang.

Takaichi memang pernah membagikan unggahan di X pada 21 November lalu. Dalam unggahan tersebut, ia menjelaskan bahwa ia berangkat ke Afrika Selatan untuk menghadiri KTT G20 setelah menggelar rapat kabinet yang membahas langkah-langkah ekonomi komprehensif.

Dikutip dari The Mainichi, Takaichi mengungkap kesulitan yang ia alami saat memilih pakaian untuk kehadirannya di KTT G20. Ia mengaku bahwa proses pemilihan pakaian memakan waktu yang sangat lama, bahkan hingga beberapa jam.

Pada akhirnya, Takaichi memilih pakaian yang sudah dimilikinya. Dalam unggahannya di X, ia menulis dengan nada menggerutu, “Saya rasa harus membeli pakaian yang akan membantu saya mendapatkan posisi yang lebih baik dalam negosiasi diplomatik, meskipun saya harus bekerja keras.”

Masalah pakaian ini juga sempat disinggung oleh Sekretaris Jenderal Partai Sanseito, Hiroshi Ando, pada 14 November lalu. Saat itu, Ando meminta Takaichi untuk berdiplomasi dengan menggunakan pakaian yang dibuat dari kain terbaik dan pengrajin terbaik Jepang.

Takaichi kemudian mengakui bahwa ia tidak memiliki pakaian seperti yang dimaksud oleh Ando. Ia menyebut bahwa pendapat Ando masuk akal, sehingga ia menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilih pakaian yang tidak terlihat murahan.

“Dan pakaian yang tidak akan membuat saya dianggap remeh,” ujar politikus berusia 64 tahun ini.

Sebelumnya, Takaichi dikenal sering mengenakan baju berwarna biru untuk menunjukkan kekuatannya. Kebiasaan ini terkait dengan kekagumannya terhadap mantan Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher, yang dikenal dengan pakaian biru khasnya. Hal ini menjadi salah satu ciri khas dari gaya pakaian Takaichi yang sering dikaitkan dengan citra kekuatan dan profesionalisme.