Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa Tanjung Anom

Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan PP APIMSA (Asosiasi Pengusaha Industri Mikro, Kecil, dan Menengah Nusantara) menggelar kegiatan Kick-Off dan Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) binaan APIMSA. Lokasi acara berada di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Peresmian SPPG ini merupakan bagian dari dukungan terhadap implementasi Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas oleh pemerintah. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal melalui pemberdayaan UMKM berbasis pangan bergizi.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia dan Ketua Yayasan Apisma Bhakti Bangsa, Subadri menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh konsep dan manfaat dari Program Makan Bergizi (MBG).

“Semoga kegiatan kick-off ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih memahami betapa pentingnya program MBG. Di sekolah Yayasan Al-Furqon, sudah ada konsep MBG Preneur, dan kami berkomitmen menghadirkan MBG Preneur bersama APIMSA,” ujar Badri.

Dia juga menambahkan bahwa program tersebut akan menyentuh berbagai sektor seperti peternakan sapi dan bebek, serta pengolahan pangan lokal seperti tahu dan tempe.

“Saat ini masyarakat di Tanjung Anom sangat menantikan realisasi program ini. Kita semua harus bersama-sama mendukung program Bapak Presiden Prabowo, karena program MBG ini tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga untuk menggerakkan roda perekonomian rakyat. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 triliun untuk mendukung program MBG,” tambahnya.

Visi dan Misi APIMSA yang Selaras dengan Pemerintah

Sementara itu, Ketua Umum APIMSA, Neng Eem, dalam sambutannya menyampaikan bahwa APIMSA memiliki visi dan misi sejalan dengan pemerintah untuk membangun perekonomian masyarakat melalui peningkatan SDM unggul lewat program makan bergizi.

“APIMSA merupakan wadah bagi para pengusaha kecil, menengah, dan mikro di seluruh Nusantara. Kami ingin memastikan ekonomi sirkular benar-benar terwujud melalui pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Neng Eem.

Ia menegaskan bahwa APIMSA siap mengawal pelaksanaan program MBG di sisi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi produktif. “Dengan bantuan pemerintah, harus ada feedback yang nyata agar seluruh pihak dapat merasakan dampaknya. Itu adalah cita-cita APIMSA. Kami juga mengapresiasi Presiden Prabowo atas kebijakan besar ini, serta berterima kasih kepada Kepala Badan MBG atas kolaborasinya. APIMSA siap berkolaborasi untuk mengisi dan mengelola SPPG di berbagai daerah,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah Siap Dukung dan Perkuat Sinergi

Perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, yang hadir melalui Asisten Deputi (Asdep) mewakili Gubernur, Bapak Komarudin menyampaikan bahwa program MBG telah menunjukkan dampak signifikan bagi masyarakat.

“Dari target 1.300 satuan layanan, saat ini sudah ada 118 unit yang beroperasi, menjangkau sekitar 3,6 juta penerima manfaat, di mana 1,3 juta di antaranya telah merasakan langsung manfaat program MBG,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi mencatat bahwa perputaran ekonomi dari program ini mencapai Rp12 triliun, yang berkontribusi besar terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Kami telah membentuk satuan tugas MBG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta membangun pusat informasi MBG untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, termasuk ormas dan sekolah. Pemprov juga mendukung penyediaan lahan dan fasilitas di sekolah-sekolah untuk mendukung pelaksanaan program ini,” tambahnya.

Penjelasan dari Kepala Badan Makan Bergizi Nasional

Sementara itu, Kepala Badan Makan Bergizi Nasional, Dadang Hindayana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lembaga MBG berdiri sejak 15 Agustus 2024 dan kini telah memiliki lebih dari 500 kantor pelayanan di seluruh Indonesia.

“Setiap kabupaten akan memiliki kantor pelayanan gizi. Saat ini kami telah menyiapkan 33 ribu kepala SPPG, 409 ahli gizi, dan 190 satuan pelayanan yang siap melayani masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 1,8 miliar porsi makan bergizi telah disalurkan,” ungkap Dadang.

Ia menambahkan bahwa program MBG juga mengembangkan ekosistem ekonomi baru, termasuk pemanfaatan minyak jelantah untuk dijual kembali sehingga menambah pendapatan masyarakat.

“Program MBG bukan hanya tentang makan bergizi, tetapi juga tentang pertumbuhan ekonomi rakyat. Membangun SPPG merupakan investasi sosial dari masyarakat, bukan semata-mata bantuan pemerintah. Kami berterima kasih kepada seluruh mitra, terutama APIMSA, yang telah bersedia berkolaborasi dan mendukung pelaksanaan program ini,” tutupnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra strategis dalam menjalankan program Makan Bergizi Nasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses makanan bergizi, tetapi juga peluang peningkatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.