Tiga Sektor Utama yang Menyerap Tenaga Kerja Terbanyak

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat tiga sektor utama yang berhasil menyerap tenaga kerja terbanyak di Indonesia pada tahun 2025. Ketiga sektor tersebut adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menyampaikan bahwa ketiga lapangan usaha ini menjadi penopang utama dalam penyerapan tenaga kerja.

Pertanian Memimpin Penyerapan Tenaga Kerja

Sektor pertanian menjadi yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja. Dalam setahun terakhir, sektor ini mencatat penambahan sebanyak 490 ribu pekerja baru. Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan penyerapan 420 ribu tenaga kerja. Sementara itu, industri pengolahan menambahkan 300 ribu pekerja.

Edy menjelaskan bahwa sebagian besar lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif pada triwulan III 2025. Lima sektor utama memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Total kontribusi kelima sektor ini mencapai 65,02 persen dari PDB nasional.

Jasa Pendidikan Mengalami Pertumbuhan Tinggi

Salah satu sektor yang menarik perhatian adalah jasa pendidikan. Sektor ini mencatat pertumbuhan tertinggi dengan angka sebesar 10,59 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh adanya tahun ajaran baru dan meningkatnya belanja fungsi pendidikan. Selain itu, jasa perusahaan dan jasa lainnya juga mengalami pertumbuhan tinggi, masing-masing mencapai 9,94 persen dan 9,92 persen dibanding periode sama tahun lalu.

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, yakni 1,13 persen,” jelas Edy. Sektor perdagangan menyumbang pertumbuhan sebesar 0,72 persen, sedangkan informasi dan komunikasi berkontribusi 0,63 persen. Pertanian menambah 0,61 persen pertumbuhan ekonomi.

Industri Makanan dan Logam Dasar Jadi Pendorong Pertumbuhan

Industri pengolahan tumbuh karena permintaan domestik dan ekspor yang meningkat. Industri makanan dan minuman naik 6,49 persen, terutama dari produksi CPO dan turunannya. Industri logam dasar mencatat pertumbuhan fantastis sebesar 18,62 persen. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan ekspor produk besi dan baja.

Selain itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh sebesar 11,65 persen. Peningkatan produksi bahan kimia untuk pasar domestik dan ekspor menjadi pendorongnya.

Peningkatan Kualitas Pasar Tenaga Kerja

BPS juga mencatat perbaikan kualitas pasar tenaga kerja. Proporsi pekerja formal pada Agustus 2025 mencapai 42,20 persen dari total penduduk bekerja. Angka ini naik dari 42,05 persen pada Agustus 2024. Peningkatan terjadi karena bertambahnya penduduk yang bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

Tingkat Pengangguran Turun

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85 persen. Angka ini turun dari 4,91 persen pada Agustus 2024. “Terjadi penurunan TPT, diikuti penurunan jumlah pengangguran terbuka menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025,” kata Edy.

Data ini menunjukkan perbaikan signifikan di tengah ekonomi yang tumbuh solid. Pemerintah diharapkan terus menjaga momentum positif ini dengan kebijakan pro lapangan kerja. Peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor menandakan pemulihan ekonomi pascapandemi semakin kuat. Tantangan ke depan adalah menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas.