Kondisi Siswa SDN Meruya Selatan 01 Pasca Dugaan Keracunan MBG
Beberapa siswa dari SDN Meruya Selatan 01, Kembangan, Jakarta Barat, mengalami dugaan keracunan setelah menerima makan bergizi gratis (MBG) selama tiga hari. Kejadian ini menyebabkan pasokan MBG terhenti sementara dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.
Salah satu orang tua siswa, Iwan, memberikan tanggapan terkait situasi yang terjadi. Menurutnya, MBG sebenarnya sangat membantu keluarganya karena mengurangi beban dalam hal pengemasan bekal harian. Iwan juga menyatakan bahwa MBG memberikan keringanan ekonomi karena mengurangi biaya belanja kebutuhan pokok sehari-hari.
“Iya kalau aman (MBG-nya), saya kira cukup membantu sih. Karena istri saya juga kadang masak buru-buru gitu kan,” ujar Iwan saat ditemui di sekolah tersebut.
Iwan memiliki dua anak yang masih bersekolah. Anak pertamanya yang sudah duduk di bangku SMP juga mendapat MBG dan tidak pernah mengalami masalah. Oleh karena itu, ia tidak khawatir jika MBG diberikan kepada anak bungsunya yang kini duduk di kelas 1 SD.
“Itu aman-aman aja anak saya. Ini yang di sini (SDN Meruya Selatan 01) adiknya, ini yang paling bontot,” jelasnya.
Karena MBG hanya diberikan selama tiga hari, Iwan mengatakan anaknya masih sering berharap bisa mendapatkan MBG lagi. Bahkan, anaknya kerap bercerita kepada Iwan tentang rasa rindu terhadap MBG setelah insiden tersebut.
“Pas enggak ada MBG tuh, enggak ada makanan, ‘Yah enggak ada makanan lagi’ gitu, ngarep gitu anak kecil pengen,” katanya.
Menurut Iwan, putranya tidak mengetahui atau memahami kasus keracunan tersebut. Terlebih, MBG yang dimakannya hari itu tidak menimbulkan efek apa pun, sehingga kondisi kesehatannya tetap baik.
Iwan berharap ke depan pendistribusian MBG dapat berjalan lancar dan aman bagi para siswa. “Berharap lebih baik saja lah,” pungkasnya.
Tanggapan Orang Tua Lain
Orang tua lainnya, Ida Mulyasari, mengaku khawatir dengan MBG yang diberikan kepada putrinya. Meskipun anaknya tidak mengalami dugaan keracunan pada hari ketiga MBG diberikan, Ida tetap berharap adanya pengawasan yang lebih baik di masa depan.
“Enggak ngalamin anak saya. Tapi berharap lebih baik aja lah,” katanya.
Penjelasan Pihak Sekolah
Merujuk pada dugaan keracunan tersebut, Kasie SMP SMA JB 2 Sudin Pendidikan Jakarta Barat, Juwarto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan panduan MBG Kementrian Pendidikan terkait implementasi makan bergizi.
Termasuk dalam proses distribusi, ada uji organoleptik sebelum pemberian MBG dan koordinasi dengan puskesmas untuk monitoring dari sisi gizi dan keamanan makanan.
“Termasuk sebelum distribusi ada uji organoleptik dan selalu koordinasi dengan puskesmas terkait monitoring dari sisi gizi dan keamanan pangannya,” ujar Juwarto saat dihubungi.
Juwarto juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengomunikasikan informasi melalui aplikasi yang disediakan pemerintah pusat, yaitu https://mbg.pdm.kemendikdasmen.go.id.
Status Pendistribusian MBG di SDN Meruya Selatan 01
Saat ini, pendistribusian MBG di SDN Meruya Selatan 01 dihentikan sementara selama 10 hari. Setelah masa penahanan tersebut, pihak sekolah akan melakukan polling untuk mengetahui apakah orang tua siswa ingin melanjutkan program MBG atau tidak.

Tinggalkan Balasan