Program Jalan Usaha Tani di Desa Kertawangun Masih Tertunda
Program Jalan Usaha Tani (JUT) yang dikerjakan di Desa Kertawangun, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon masih belum selesai hingga batas waktu yang ditentukan, yaitu 26 Oktober 2025. Selain itu, program tersebut juga dinilai tidak sesuai dengan harapan dan menimbulkan dugaan kerugian.
Dalam papan informasi yang tersedia, tercantum bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp 375 juta, ditambah Rp 75 juta dari anggaran swadaya masyarakat. Batas waktu pengerjaan hingga 26 Oktober 2025 terlihat seperti dipaksakan agar program tersebut segera terealisasi. Namun, kenyataannya, progres pengerjaan masih jauh dari target yang ditetapkan.
Selain itu, jalan yang telah dikerjakan menunjukkan tanda-tanda retakan, sehingga memunculkan dugaan bahwa pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keandalan konstruksi jalan tersebut.
Penjelasan dari Ketua Kelompok Tani
Saat dikonfirmasi, Ketua Kelompok Tani Cikondang Indah, Gugun, membenarkan bahwa program JUT masih dalam proses penyelesaian dan belum selesai hingga batas waktu yang ditentukan. Ia juga menyatakan bahwa ada adendum yang memberikan tambahan waktu bagi pihak pelaksana untuk menyelesaikan proyek tersebut.
“Untuk batas waktu, ada adendum, sehingga masih ada waktu untuk penyelesaian. Sedangkan mengenai kerugian, dari hitungan proyek anggaran yang dibutuhkan, lebih dari Rp 375 juta,” ujarnya pada Minggu (26/10/2025).
Gugun menjelaskan bahwa progres pengerjaan yang belum terselesaikan hingga batas waktu disebabkan oleh faktor cuaca, terutama hujan. Sehingga, pengerjaan dilakukan setelah tanggal 26 Oktober 2025. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa material yang digunakan sudah sesuai dengan prosedur yang ditentukan.
“Spesifikasi sesuai yang ada dalam aturan, sehingga tak ada masalah. Untuk pengerjaan, dua hari kedepan akan terselesaikan,” katanya.
Proses Pengerjaan yang Masih Berlangsung
Meskipun ada keterlambatan dalam pengerjaan, Gugun berharap proyek ini dapat segera selesai dalam waktu dekat. Ia juga menegaskan bahwa semua langkah yang dilakukan telah sesuai dengan standar yang berlaku. Dengan demikian, diharapkan hasil akhir dari proyek ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat setempat.
Tantangan dalam Pelaksanaan Proyek
Tantangan utama dalam pelaksanaan proyek JUT adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Hujan deras yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat pekerjaan menjadi terhambat. Selain itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara pihak pelaksana dan masyarakat setempat agar proyek bisa berjalan lancar.
Selain itu, pengawasan terhadap kualitas bahan dan teknis pengerjaan sangat penting agar hasilnya sesuai dengan harapan. Dengan adanya adendum yang diberikan, diharapkan proyek ini dapat diselesaikan secara optimal tanpa mengabaikan kualitas.
Kesimpulan
Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Kertawangun masih dalam proses pengerjaan dan belum sepenuhnya selesai hingga batas waktu yang ditentukan. Meskipun ada dugaan kerugian dan ketidaksesuaian spesifikasi, pihak pelaksana tetap berupaya menyelesaikan proyek dengan memperhatikan kualitas dan standar yang berlaku. Dengan adanya adendum, diharapkan proyek ini dapat selesai dalam waktu dekat dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan