Fase-Fase Persalinan Kucing

Masa kehamilan kucing berlangsung sekitar 63 hingga 65 hari, atau sekitar dua bulan. Selama masa ini, kucing akan mengalami tiga fase persalinan yang penting untuk diketahui oleh pemiliknya. Fase pertama adalah fase pembukaan, di mana kucing mulai mencari tempat yang nyaman untuk melahirkan. Biasanya, kucing akan memilih tempat yang tenang seperti bawah tempat tidur atau belakang lemari.

Fase kedua adalah fase mengeluarkan anak kucing, yang dilakukan secara bertahap hingga semua anak kucing lahir. Pada fase ini, kontraksi akan terjadi secara berkala dan kucing akan mulai menunjukkan tanda-tanda persalinan.

Fase ketiga adalah fase plasenta, di mana induk kucing akan membersihkan diri dan memakan plasentanya. Proses ini sangat penting untuk menjaga kesehatan induk kucing dan anak-anaknya.

Tanda-Tanda Kucing Susah Melahirkan

Tidak semua kucing melahirkan dengan lancar. Beberapa kucing bisa mengalami kesulitan dalam proses persalinan yang dapat membahayakan kesehatan induk dan anak kucing. Sebagai pemilik, penting untuk mengenali tanda-tanda kucing susah melahirkan. Contohnya, induk kucing yang lemas, lemah, dan malas bergerak serta sulit bernapas dan suhu tubuh yang menurun.

Selain itu, jika kontraksi berlangsung lebih dari 30 menit tetapi tidak ada kelahiran anak kucing dalam satu jam, atau terjadi pendarahan konstan selama lebih dari 10 menit setelah melahirkan, maka perlu segera diambil tindakan. Interval kelahiran antar anak kucing yang lebih dari 30 menit dengan tanda kontraksi miometrium juga menjadi tanda bahwa kucing sedang mengalami kesulitan.

Hal yang Harus Dilakukan Saat Kucing Susah Melahirkan

Jika kucing menunjukkan tanda-tanda susah melahirkan, sebaiknya segera waspada dan siapkan kotak bersih dan nyaman dengan alas lembut. Letakkan kotak tersebut di lokasi yang tenang, sejuk, dan tidak terkena matahari langsung. Dukungan emosional sangat penting, jadi pastikan Anda tetap tenang dan hindari membuat suara yang bising.

Berikan ruang privasi untuk melahirkan, namun tetap bisa diawasi. Jika terindikasi susah melahirkan, lebih baik bawa ke dokter hewan. Di sana, dokter dapat memberikan obat untuk merangsang kontraksi atau melakukan operasi caesar jika diperlukan.

Penyebab Kucing Susah Melahirkan

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kucing susah melahirkan. Salah satunya adalah ukuran anak kucing yang di atas rata-rata. Selain itu, panggul yang sempit karena cedera atau faktor genetik juga bisa menjadi penyebab. Posisi kepala bayi kucing yang terjepit atau terbalik juga bisa menyulitkan proses persalinan.

Masalah kesehatan seperti infeksi uterus, preeklampsia, kekurangan nutrisi, usia kucing yang sudah tua, cedera tulang belakang, obesitas, hipertiroidisme, atau inersia uteri (gagal kontraksi karena otot rahim terlalu lemah) juga bisa menjadi penyebab kucing susah melahirkan.

Kapan Harus Membawa Kucing ke Dokter

Sebagai pemilik kucing, penting untuk terus mendampingi induk kucing selama proses persalinan. Pastikan kucing memiliki tempat dan suasana yang nyaman agar bisa melahirkan dengan tenang. Jika terlihat air ketuban sudah pecah tapi tidak ada kontraksi, segera hubungi dokter. Jika air ketuban merembes tapi kepala anak kucing belum terlihat, carilah bantuan medis.

Jika proses persalinan berlangsung lebih dari enam jam tanpa ada anak kucing yang lahir, atau terjadi pendarahan berlebih, segera bawa ke dokter. Cara membantu kucing susah melahirkan bisa menimbulkan rasa was-was, tetapi harus dihadapi dengan tenang agar induk kucing juga ikut tenang. Jika merasa tidak sanggup, lebih baik bawa ke dokter hewan lebih awal untuk mendapatkan perawatan dan penanganan yang lebih baik.