Manchester United kembali mendapat sorotan setelah awal musim yang kurang memuaskan. Manajer Ruben Amorim menegaskan bahwa masalah utama Setan Merah bukanlah formasi yang diterapkan, melainkan detail-detail kecil dalam permainan yang kerap menjadi kendala.

MU baru mengantongi dua kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi musim ini, dengan empat kekalahan yang membuat tekanan di klub semakin besar. Dua kemenangan tersebut pun diraih dengan cara dramatis, termasuk penalti menit akhir melawan Burnley dan kartu merah lawan Chelsea.

Tekanan Bertambah Karena Awal Musim yang Tak Konsisten

Amorim mengungkapkan bahwa pola tiga bek yang dipakainya bukan masalah utama. Menurut dia, jika hasil pertandingan positif, semua akan berjalan baik. Namun saat kalah, segala sesuatunya menjadi diragukan, termasuk sistem dan pemain.

“Persoalannya adalah hasil. Bayangkan kami memenangi laga pertama lawan Arsenal, lalu Anda tak melewatkan penalti dan menang atas Fulham, bahkan tanpa bermain dengan benar-benar baik. Kepercayaan terhadap semua tentang klub kami, sistemnya, cara main kami, akan sangat berbeda,” jelas Amorim seperti dikutip Sky Sports.

Detail Permainan Jadi Fokus Utama

Meski sering dikritik, Amorim membantah bahwa ia kaku dengan formasi. Contohnya saat melawan Brentford, MU sempat bermain dengan sistem yang menyerupai empat bek untuk mengejar ketertinggalan. Namun, yang jadi masalah adalah penguasaan bola dan disiplin saat tanpa bola yang kurang maksimal.

“Tidak ada tiga bek lawan Brentford. Kami bermain dengan Luke Shaw sebagai bek kiri, dua bek tengah, dan bek kanan. Posisi mereka memang sedikit berbeda, tapi bukan formasi tiga bek,” ujarnya.

“Di babak kedua melawan Brentford, sistemnya seperti 4-4-2. Problemnya adalah kami tidak bagus dalam menguasai bola, kami lembek saat tanpa bola dan kami kalah. Tapi bayangkan jika penalti itu jadi gol. Di gol terakhir lawan, kami mencoba memenangi pertandingan, semuanya di luar posisinya. Itu bisa terjadi juga dalam sistem 4-3-3 atau 3-4-3. Jadi menurut saya, detail-detail lebih utama ketimbang sistemnya,” tambah Amorim.