Ruben Amorim menyadari betul bahwa kesabarannya di Manchester United tidak akan berlangsung selamanya. Mantan pelatih Benfica ini menegaskan pentingnya meraih hasil positif demi mempertahankan posisinya di Old Trafford.

Sejak ditunjuk sebagai manajer MU pada November 2024, Amorim hanya mampu mengantongi sembilan kemenangan dari 33 laga Premier League. Pada musim lalu, Setan Merah menutup kompetisi dengan posisi ke-15, angka yang jauh dari standar klub sebesar MU.

Performa MU Masih Mandek di Awal Musim

Memasuki musim 2025/2026, penampilan MU belum menunjukkan tren membaik. Dalam enam pertandingan Premier League, MU hanya menang dua kali, imbang sekali, dan kalah tiga kali. Sementara itu, langkah mereka di Carabao Cup juga terhenti lebih awal setelah tersingkir dari kompetisi tersebut.

Rentetan hasil kurang memuaskan ini memunculkan spekulasi terkait masa depan Amorim di kursi pelatih MU. Tekanan dari manajemen dan para pendukung klub semakin nyata.

Amorim Terima Tekanan dan Fokus Raih Hasil

Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa dia dan timnya memahami betul tuntutan untuk segera membalikkan situasi. “Di sini tidak ada yang naif. Kami tahu kami harus meraih hasil untuk melanjutkan proyek ini,” ujar Amorim kepada BBC.

“Akan ada titik di mana tidak ada toleransi lagi, karena ini adalah klub besar dengan banyak sponsor dan dua pemilik yang sangat memperhatikan performa,” tambahnya.

Amorim juga menegaskan bahwa menjadi pelatih MU adalah sebuah impian yang ingin terus diperjuangkannya, namun semuanya bergantung pada hasil yang mampu diraih dalam waktu dekat.