Tim SAR Gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) berhasil mengevakuasi sembilan jenazah korban ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khonziny di Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Jumat malam (3/10/2025) pada hari kelima operasi pencarian.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa proses evakuasi terus berlangsung dengan fokus utama pada pembersihan reruntuhan menggunakan alat berat. Para korban ditemukan di titik yang berdekatan, sehingga tim evakuasi mengatur strategi agar proses pencarian dapat berjalan aman dan efektif.

Evakuasi Dilakukan dengan Hati-hati dan Terorganisir

Suharyanto menjelaskan, sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, alat berat dimasukkan untuk menyingkirkan material besar seperti beton dan puing. Namun, proses ini diawasi ketat agar tidak merusak titik-titik yang sudah diidentifikasi Basarnas sebagai lokasi keberadaan korban.

“Kami pastikan agar alat berat tidak mengenai titik-titik korban. Kami yakin hari ini akan ada tambahan penemuan jenazah karena titiknya sudah diketahui,” jelas Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (4/10/2025).

Penemuan Jenazah Secara Bertahap

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, merinci proses penemuan jasad yang berlangsung sejak pagi hari hingga malam.

  • Pukul 07.30 WIB: Dua jenazah ditemukan di area tempat wudu.
  • Pukul 10.19 WIB: Jenazah ketiga ditemukan di area belakang A2.
  • Pukul 11.34 WIB: Penemuan jenazah berikutnya di area yang sama.
  • Pukul 14.00 WIB: Penemuan jenazah di area A3.
  • Pukul 17.13 dan 17.17 WIB: Dua jenazah ditemukan di area A3 dan A1.
  • Pukul 17.30 WIB: Jenazah di area A2 berhasil dievakuasi.
  • Pukul 22.00 WIB: Penemuan jenazah terakhir pada hari itu.

Tim evakuasi dibagi menjadi tiga kelompok yang bertugas di area A1, A2, dan A3 secara simultan. Hal ini mempercepat proses pencarian dan penemuan korban yang tersebar di berbagai titik reruntuhan.

Sinergi TNI-Polri dan Basarnas Bersihkan Puing

Selain Basarnas, TNI dan Polri juga bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan untuk mempercepat evakuasi. Koordinasi antara berbagai instansi ini menjadi kunci utama dalam penanganan bencana ambruknya musala Ponpes Al Khonziny.