Amerika Serikat melakukan serangan mematikan di lepas pantai Venezuela yang menewaskan empat orang yang disebut sebagai “teroris narkotika.” Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi operasi tersebut yang menargetkan sebuah kapal pengangkut narkotika dalam jumlah besar.

Serangan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan AS untuk memberantas kartel narkoba yang dinyatakan sebagai organisasi teroris dan ancaman keamanan nasional. Tidak ada korban dari pihak militer AS dalam operasi yang berlangsung pada Jumat (3/10/2025) waktu setempat.

Serangan Terhadap Kapal Pengangkut Narkotika

Dalam unggahan di media sosial X, Hegseth menyebut kapal yang diserang mengangkut narkotika dalam jumlah besar menuju Amerika Serikat untuk meracuni rakyatnya. “Intelijen kami tanpa ragu mengonfirmasi bahwa kapal ini menyelundupkan narkotika, dan orang-orang di dalamnya adalah teroris narkotika,” ujarnya.

Hegseth menegaskan operasi serupa akan terus dilakukan hingga ancaman terhadap rakyat Amerika berakhir.

Langkah Presiden Trump dan Dukungan Pentagon

Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan adanya “konflik bersenjata” antara AS dan kartel narkoba. Trump menetapkan kartel-kartel tersebut sebagai kelompok bersenjata non-negara dan organisasi teroris. Langkah ini didukung oleh Pentagon sebagai pembenaran hukum untuk serangkaian serangan di perairan internasional yang menewaskan sedikitnya 14 orang.

Surat pemberitahuan yang dikirim Trump ke Kongres menjadi dasar hukum serangan-serangan tersebut, termasuk operasi di lepas pantai Venezuela yang kini menewaskan empat orang.

Respon Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan bahwa Presiden bertindak sesuai hukum konflik bersenjata untuk melindungi negara dari penyelundup narkoba. “Dia menepati janjinya untuk memberantas kartel dan menghilangkan ancaman keamanan nasional ini,” kata Kelly kepada AFP.