Warga Kampung Kempes, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, dihebohkan oleh isu kemunculan “pocong jadi-jadian” yang viral di media sosial. Isu ini muncul setelah seorang warga mengaku kehilangan uang, sehingga menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Namun, klarifikasi terbaru dari warga yang bersangkutan dan aparat kepolisian memastikan bahwa isu tersebut tidak berdasar. Wanita yang mengaku kehilangan uang itu menjelaskan bahwa ia hanya lupa menaruh uangnya.

Klarifikasi Warga Soal Uang yang Hilang

Dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Humas Polres Metro Bekasi, wanita tersebut menjelaskan, “Itu salah, saya cuma salah taro, lupa taro.” Ia menambahkan bahwa uangnya sebenarnya berada di atas kasur dan tidak hilang kemana-mana.

Ketua RT Sebut Isu Pocong Hoaks

Ketua RT setempat, Nalih, menyatakan bahwa isu terkait pocong jadi-jadian adalah hoaks. “Isu tentang masalah beredarnya video viral yang beredar di TikTok, Facebook, itu sebetulnya tidak ada yang namanya pocong di Desa Sukamulya,” ujarnya.

Polisi Turun Tangan dan Imbau Warga Tetap Tenang

Kapolsek Sukatani, AKP Indratno, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. “Hasil permintaan klarifikasi, belum ada yang melihat secara langsung, baru hanya informasi,” ujarnya.

Indratno juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Viral di Media Sosial

Video viral yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah warga berteriak “Pocong… Pocong… Pocong” sambil berlari pada malam hari, mengejar sosok yang disebut sebagai “pocong jadi-jadian”.

Narasi di video tersebut mengaitkan kemunculan pocong itu dengan hilangnya uang warga sebesar Rp 500 ribu pada Jumat malam, 26 September 2025. Namun, setelah klarifikasi, tidak ditemukan bukti kemunculan pocong tersebut.