Syaiful Rosi Abdillah (13), santri Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi korban selamat terakhir yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan ponpes tersebut. Rosi terjebak selama tiga hari di bawah reruntuhan tanpa makan dan minum, mengalami luka serius yang memaksa amputasi pada kaki dan lengannya.

Evakuasi Rosi dilakukan pada Rabu (2/10) setelah penyelamatan korban selamat lain, Taufan Saputra Dewa (17). Dalam kondisi lemah, Rosi yang terjebak selama dua malam mengalami pembusukan jaringan (nekrosis) pada telapak kaki kanan dan lengan kiri sehingga keduanya harus diamputasi.

Perawatan Intensif di RSUD Sidoarjo

Pasca-operasi amputasi, Rosi masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sidoarjo. Meski kondisinya lemah, semangatnya tetap luar biasa. Orang tua Rosi menyatakan bahwa anaknya sudah mulai makan, meski belum pulih sepenuhnya.

“Alhamdulillah, dia sudah makan tadi. Tapi masih dirawat, masih lemas, semangatnya luar biasa. Anak ini kuat, tiga hari nggak makan nggak minum, nggak tidur sama sekali,” ujar orang tua Rosi, sebagaimana dilaporkan detikJatim pada Kamis (2/10/2025).

Kronologi dan Kondisi Saat Reruntuhan

Rosi baru menjalani masa mondok selama empat bulan di Ponpes Al Khoziny. Saat musibah terjadi, dia bersama enam temannya berada di lokasi yang runtuh, diduga akibat struktur bangunan yang tidak kuat menahan beban.

Kondisi reruntuhan membuat Rosi dan teman-temannya terjebak, dan hanya sedikit yang berhasil diselamatkan. Rosi pun menjadi satu-satunya yang bertahan hidup setelah terperangkap selama tiga hari.