Inisiatif IGI dan Peran Muhammadiyah dalam Bantuan Gaza
Indonesia Gaza Inisiatif (IGI) terus berupaya untuk memperkuat narasi tentang peran umat Islam dalam proses rekonstruksi Gaza pasca-perang. Salah satu langkah yang dilakukan oleh IGI adalah melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh penting, seperti Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad.
Direktur Yayasan For Humanity, Rifky Abdullah, yang juga salah satu inisiator IGI, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat Gaza yang masih mengalami kesulitan setelah hampir dua tahun konflik dengan Israel. Menurutnya, meskipun gencatan senjata telah diumumkan, tidak ada perubahan signifikan yang terjadi di Gaza. Bahkan, pembunuhan oleh tentara Israel masih terjadi secara terus-menerus.
Dalam pertemuan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB), Jumat 17 April 2026, Rifky menekankan bahwa IGI akan terus mengajak tokoh nasional, organisasi Islam seperti Muhammadiyah, serta lembaga sosial untuk bersama-sama menyuarakan nasib masyarakat Gaza dan segera melakukan aksi nyata untuk membantu mereka.
Latar Belakang IGI
IGI dibentuk pada Februari 2026 oleh beberapa inisiator, antara lain Yayasan Kasih Palestina, Yayasan Harapan Amal Mulia, Yayasan For Humanity, Yayasan Amal Bakti Dunia Islam (Abadi), dan Gapura. Berbagai lembaga ini telah lama berkiprah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat Palestina di Gaza, Yerussalem, serta lokasi pengungsian di Mesir, Yordania, hingga Turki.
Beberapa lembaga tersebut bahkan telah berhasil membangun infrastruktur di Gaza sebelum perang dimulai. Contohnya adalah Masjid Istiqlal Indonesia Gaza, sekolah, dan klinik. Selain itu, mereka juga telah menyalurkan program pangan, membangun sumur air bersih, serta memberikan beasiswa bagi mahasiswa Palestina.
Rifky juga menyampaikan rencana untuk mengundang Muhammadiyah dalam deklarasi IGI yang akan dilaksanakan pada Agustus 2026 mendatang.
Peran Muhammadiyah dalam Bantuan Gaza
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad, menyambut baik kehadiran IGI dalam rencana rekonstruksi Gaza. Menurutnya, upaya rekonstruksi di Gaza membutuhkan kolaborasi dari banyak pihak.
Selama ini, kata Dadang, Muhammadiyah konsisten membantu masyarakat Palestina, baik yang tinggal di Gaza maupun di berbagai lokasi pengungsian. Sampai saat ini, sudah ratusan miliar bantuan yang disalurkan oleh Muhammadiyah untuk masyarakat Palestina.
Tidak hanya di Gaza dan lokasi pengungsian, Muhammadiyah juga telah menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Palestina. Mereka diberikan fasilitas beasiswa untuk kuliah secara gratis dari S1 hingga S3 di berbagai kampus Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan perguruan tinggi lain yang dikelola Muhammadiyah.
Prof Dadang Kahmad juga menyambut baik rencana kolaborasi Program Beasiswa Mahasiswa Palestina antara UMB dengan Kasih Palestina. Rencananya, program ini akan segera dimulai pada masa perkuliahan 2026/2027.
Kemitraan dan Kolaborasi
Kolaborasi antara IGI dan Muhammadiyah menunjukkan komitmen kuat untuk membantu masyarakat Gaza. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan bisa memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat di Gaza, termasuk dalam hal pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Sebagai bagian dari upaya ini, IGI dan Muhammadiyah akan terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat mencapai sasaran dengan efektif dan efisien. Dengan begitu, harapan untuk kembali pulihnya Gaza bisa segera terwujud.

Tinggalkan Balasan