Peran Tenaga Administratif di Sekolah yang Sering Diabaikan

Di tengah perhatian yang besar terhadap kenaikan insentif bagi guru honorer, ada sekelompok tenaga kerja yang sering kali terlewat dari perhatian publik. Mereka adalah tenaga administratif di lembaga pendidikan. Meskipun tugas mereka tidak kalah berat dibandingkan dengan guru, insentif yang diterima jauh lebih sedikit.

Saleh Partaonan Daulay, Ketua Komisi VII DPR, menyoroti pentingnya peran tenaga administratif dalam sistem pendidikan. Ia menekankan bahwa tanpa kehadiran mereka, proses belajar mengajar akan sangat terganggu. Banyak tugas kecil rutin yang tidak bisa dilakukan oleh guru secara langsung, seperti pengelolaan absensi, persiapan kelas, dan penyediaan alat tulis serta alat peraga.

  • Tugas-tugas ini tidak hanya membantu guru tetapi juga memastikan keberlangsungan operasional sekolah.
  • Tenaga administratif bekerja penuh waktu dan bertanggung jawab atas semua sarana prasarana pendidikan.
  • Mereka juga bertanggung jawab atas pengelolaan dana BOS, mulai dari inventarisasi barang hingga membuat laporan pertanggungjawaban.

Saleh menyebutkan bahwa tenaga administratif sering kali menjadi sasaran utama jika terjadi kesalahan. Mereka juga bertanggung jawab atas pengumpulan SPP setiap siswa. Jika pembayaran SPP terhambat, aktivitas sekolah akan terganggu. Meski begitu, mereka tidak pernah menerima tunjangan sertifikasi seperti guru.

  • Program afirmasi untuk tenaga administratif masih jarang dilakukan.
  • Banyak tenaga administratif di daerah juga mengajukan tunjangan sertifikasi.
  • Saleh mendukung agar Kemendikdasmen memberikan tambahan honor, insentif, atau tunjangan bagi mereka.

Saleh menegaskan bahwa keberpihakan harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Contohnya adalah membuka ruang yang lebih luas bagi penggunaan dana BOS untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga administratif.

Kenaikan Insentif Guru Honorer

Meski fokus pada tenaga administratif, Saleh juga menyampaikan kabar baik bagi guru honorer. Efektif 1 Januari 2026, besaran insentif akan berjumlah secara akumulatif menjadi Rp400 ribu per bulan. Kenaikan ini merupakan bagian dari tambahan insentif yang sudah dibayarkan sebesar Rp300 ribu per bulan pada tahun lalu.

  • Kenaikan sebesar Rp100 ribu per bulan terlihat kecil, namun jumlah totalnya sangat besar.
  • Data menunjukkan bahwa jumlah guru honorer mencapai 2,6 juta orang atau 56 persen dari 3,7 juta guru di Indonesia.
  • Jika masing-masing guru honorer mendapat tambahan Rp100 ribu per bulan, maka Kemendikdasmen akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp3,12 triliun per tahun.

Saleh menyatakan bahwa para guru honorer sangat bersyukur karena adanya tambahan anggaran untuk menutupi kebutuhan pokok sehari-hari. Namun, ia menilai hal tersebut belum ideal. Oleh karena itu, Kemendikdasmen harus terus bekerja keras agar insentif bisa lebih tinggi lagi.

Kesimpulan

Peran tenaga administratif di sekolah sangat penting, meskipun sering kali diabaikan. Kenaikan insentif bagi guru honorer adalah langkah positif, tetapi perlu diimbangi dengan perhatian yang lebih besar terhadap tenaga administratif. Saleh menegaskan bahwa keberpihakan harus dibuktikan dengan tindakan nyata, termasuk melalui peningkatan kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh komponen pendidikan.