Pameran Fotografi Mahasiswa Undira Tampilkan 549 Karya
Pameran fotografi bertajuk Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) menampilkan sebanyak 549 karya mahasiswa. Acara ini digelar secara serentak di tiga lokasi kampus pada Jumat (19/12) hingga Sabtu (20/12/2025). Pameran ini menjadi bagian dari implementasi kurikulum berbasis luaran atau Outcome-Based Education.
Perubahan Kurikulum Memicu Lonjakan Peserta
Perubahan kurikulum yang menggabungkan mahasiswa semester 3 dan 5 dalam mata kuliah Fotografi Visual dan Konten menyebabkan peningkatan jumlah peserta yang signifikan. Sebelumnya, jumlah peserta hanya sekitar setengah dari tahun ini. Kini, jumlah keseluruhan peserta mencapai hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Untuk memastikan kualitas penyajian dan apresiasi yang merata, Undira memutuskan membagi penyelenggaraan pameran di dua lokasi utama: Kampus Tanjung Duren (menaungi mahasiswa Tanjung Duren dan Green Ville) serta Kampus Cibubur.
Relevansi Fotografi di Era Digital
Wakil Rektor 1 Undira, Margono Sugeng, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bukti relevansi fotografi di tengah banjirnya konten digital. Menurutnya, fotografi tetap penting dalam kehidupan, terutama ketika dikemas dalam tugas berbasis proyek dan kasus.
“Setiap foto yang dipajang telah melalui diskusi dan kurasi yang panjang. Mahasiswa telah mengerahkan segala kemampuan dan keterampilan mereka. Kami juga berkomitmen untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi setiap karya ini. Jadi, setiap mahasiswa nantinya akan memiliki sertifikat HKI sebagai lampiran kompetensi mereka,” ujar Margono di Kampus Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Proses Kurasi yang Berfokus pada Kejujuran Visual
Dosen Pengampu Mata Kuliah Fotografi, Joni Arman, menjelaskan bahwa proses kurasi mengutamakan kedekatan rasa antara fotografer dengan karyanya. Ia menekankan pentingnya kejujuran visual sebelum sebuah karya disuguhkan kepada publik.
“Foto itu tentang rasa. Mahasiswa diajak berdiskusi, apakah mereka suka dengan karyanya sendiri sebelum diberikan kepada orang lain. Ini adalah langkah pertama, mungkin juga pameran sekali seumur hidup bagi mereka, sehingga harus menjadi kenangan yang membanggakan,” tuturnya.
Kolaborasi Lintas Mata Kuliah dalam Capstone Project
Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Anna Nurjanah, mengungkapkan keunikan pameran kali ini terletak pada kolaborasi antar-mata kuliah. Event ini merupakan capstone project yang melibatkan mata kuliah Media Relations dan Fotografi, di mana mahasiswa berperan penuh sebagai penyelenggara.
“Meski latar belakang mahasiswa beragam, ada yang murni kuliah dan ada yang sambil bekerja, mereka mampu berkolaborasi secara masif. Kami juga menggandeng praktisi, seperti dari media untuk memberikan tinjauan dan masukan langsung terhadap karya mahasiswa,” kata Anna.
Konsep Pameran yang Berbeda di Setiap Lokasi
Penyelenggaraan pameran dibagi dalam dua konsep besar. Di Kampus Tanjung Duren, fokus utama adalah isu human interest dan etika jurnalistik. Sementara itu, Kampus Cibubur menghadirkan nuansa berbeda melalui ‘Pasar Rakyat Fotografi’ yang menggabungkan pameran dengan bazar serta pemutaran film pendek.
Harapan untuk Masa Depan Kampus
Ketua Pelaksana Pameran, Suswinda Ningsih, berharap ajang ini mampu mengasah kepekaan mahasiswa dalam membaca fenomena sosial. Pameran yang terbuka untuk umum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif masa depan.

Tinggalkan Balasan