Erling Haaland memberikan tanggapan tegas terhadap kritik yang menyebutnya jarang terlibat dalam permainan Manchester City saat menghadapi AS Monaco di Liga Champions. Striker asal Norwegia itu menegaskan bahwa keterlibatan dalam permainan tidak hanya diukur dari penguasaan bola semata.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stade Louis II, Kamis (2/10) dini hari WIB, Haaland berhasil mencetak dua gol di babak pertama. Meski demikian, sepanjang laga, ia hanya tercatat melakukan 17 sentuhan bola. Statistik tersebut termasuk empat tembakan, enam umpan sukses, dua duel udara yang dimenangkan, dan satu sapuan.

Haaland Klarifikasi Perannya di Lapangan

Usai pertandingan, dalam wawancara dengan media, seorang jurnalis menyampaikan pandangan bahwa Haaland kurang terlibat dalam alur permainan City. Menanggapi hal ini, Haaland menepis anggapan tersebut dengan tegas.

“Saya masih merasa terlibat dalam permainan, melakukan pergerakan tanpa bola, dan memberi ruang kepada pemain lain. Definisi terlibat bukan hanya soal menyentuh bola,” ujar Haaland, dikutip dari TNT Sports.

Dia menambahkan, “Anda bisa terlibat dalam permainan dengan banyak cara lain, dan itulah tugas saya. Saya melakukan tugas saya di babak pertama, dan di babak kedua tidak.”

Haaland pun mengakui tidak tampil maksimal di babak kedua karena gagal mencetak gol tambahan yang bisa mengunci kemenangan.

“Tentu saja saya tak melakukan tugas saya (di babak kedua), saya tidak mencetak gol dan mengunci laga. Jadi, tidak,” tegasnya.

Peran Penting Haaland bagi Manchester City

Meskipun mendapat kritik soal minimnya penguasaan bola, Haaland tetap menjadi andalan lini depan Manchester City. Musim ini, ia telah mencetak 11 gol dari delapan pertandingan di berbagai kompetisi.

Catatan tersebut menunjukkan kontribusi signifikan Haaland dalam mendongkrak performa The Citizens, di bawah arahan pelatih Pep Guardiola.