Langkah Tegas Pemerintah dalam Memperkuat Sistem Perpajakan Digital

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan langkah-langkah tegas yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat sistem perpajakan digital. Setelah munculnya isu kebocoran data Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Purbaya menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah hacker ternama dari Indonesia untuk memperbaiki sistem tersebut.

“Kemarin ada data Coretax yang dijual di luar, ada yang bolong gitu. Sekarang hampir pasti udah gak bisa lagi, dan kita juga sudah panggil hacker kita, yang jago-jago orang Indonesia ya, bukan orang asing, yang jago-jago,” ujar Purbaya dalam Media Briefing beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan bahwa para peretas yang direkrut merupakan talenta siber terbaik dari Tanah Air yang telah diakui secara internasional. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan data perpajakan dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Selain itu, Purbaya juga memastikan bahwa seluruh hacker yang terlibat akan diberikan bayaran untuk menjaga sistem perpajakan digital tersebut.

“Anda jangan kira loh, orang Indonesia tuh hackernya jago-jago banget, di dunia juga ditakuti rupanya. Saya panggil yang ranking-ranking dunia itu, yang jagoan, kita bayar sih, bantuin saya. Jadi sudah di-test, udah lumayan,” kata Purbaya dengan nada santai.

Hasil Uji Coba Sistem Coretax

Bendahara negara itu juga menyampaikan bahwa hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan dari kinerja Sistem Coretax. Kinerja non-transactional performance sistem yang semula bermasalah kini sudah mencapai 95 persen lebih baik.

“Dari problem kritis yang sering dialami pengguna, itu sudah cukup banyak terasa sih, sesuai target awal kita,” lanjutnya.

Namun, Purbaya tidak menutup mata atas berbagai kelemahan teknis yang sempat ditemukan di sistem Coretax. Ia bahkan menyebut secara jenaka bahwa kualitas programmer yang diberikan sebelumnya untuk mengerjakan Coretax masih jauh dari standar profesional.

“Begitu mereka dapet source code-nya, dilihat sama orang saya, dia bilang, ‘Wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA’. Jadi yang dikasih ke kita bukan orang jago-jagonya kelihatannya,” ujar Purbaya.

Menghadapi Kibul Bangsa Asing

Selain itu, ia menilai bahwa Indonesia sering terkena kibul bangsa asing. Kebanyakan kita terlalu terlena dengan kemegahan dan ketenaran bangsa asing, padahal dari sisi digital Indonesia sangat kuat dan memiliki banyak orang jago.

“Jadi ya memang Indonesia lah sering dikibulin asing, begitu asing. Wah, apalagi K-pop. Wah K-pop nih, tapi di bidang programmer beda ya, di K-pop, di film sama di nyanyi, program beda,” tukasnya.

Kesimpulan

Langkah yang diambil oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem perpajakan digital. Dengan melibatkan hacker lokal dan meningkatkan kualitas programmer, pemerintah berupaya mencegah kebocoran data dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan. Ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan digital yang semakin kompleks.