Penyalahgunaan Narkotika di Pamekasan Masih Menjadi Permasalahan Serius

Peredaran narkotika di Kabupaten Pamekasan, Madura, masih menjadi ancaman yang serius hingga akhir tahun 2025. Berdasarkan data yang dirilis oleh Polres Pamekasan, wilayah Kecamatan Pamekasan tercatat sebagai daerah paling rawan dengan sebanyak 31 kasus penyalahgunaan narkotika yang berhasil diungkap.

Dari total 80 kasus yang tercatat sepanjang tahun ini, kecamatan Pamekasan menjadi pusat perhatian dengan jumlah kasus terbanyak. Selain itu, beberapa wilayah lainnya juga tidak kalah rentan terhadap peredaran barang haram tersebut.

Barang Bukti yang Disita dalam Jumlah Besar

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi, menjelaskan bahwa petugas berhasil menyita berbagai jenis barang bukti dari para tersangka. Di antaranya adalah:

  • Sabu-sabu dengan berat total 349,96 gram
  • Obat keras berbahaya (okerbaya) sebanyak 10.421 butir
  • Pil Inex sebanyak 76,5 butir

Selain itu, jumlah tersangka yang diamankan mencapai 130 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 119 orang bertindak sebagai pengedar, sedangkan 11 orang lainnya merupakan pengguna narkotika.

Tiga Tersangka Masih di Bawah Umur

Salah satu hal yang memprihatinkan adalah adanya tiga tersangka yang masih berusia di bawah umur. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika tidak hanya mengancam masyarakat dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja.

Menurut AKP Jupriadi, sebanyak 61 kasus telah memasuki tahap pelimpahan ke kejaksaan. Sementara itu, dua kasus diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif, dan 17 kasus lainnya masih dalam proses penyidikan.

Ancaman Hukuman yang Mengancam

Para tersangka yang terlibat dalam kasus narkotika dijerat dengan pasal-pasal sesuai Undang-Undang Narkotika. Ancaman hukuman yang bisa diterima oleh para tersangka mencapai pidana penjara selama minimal 4 tahun hingga maksimal 20 tahun, bahkan bisa seumur hidup tergantung tingkat keparahan perbuatan mereka.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Meskipun jumlah kasus penyalahgunaan narkotika cukup besar, Polres Pamekasan terus berupaya untuk melakukan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Beberapa kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkotika.

Beberapa langkah strategis seperti operasi rutin, koordinasi dengan instansi terkait, serta pendekatan pada kalangan pemuda dan pelajar diharapkan mampu mengurangi angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Pamekasan.

Kondisi Saat Ini

Hingga akhir tahun 2025, situasi peredaran narkotika di Pamekasan masih menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan pemerintah setempat. Meski ada peningkatan dalam pengungkapan kasus, namun upaya pencegahan dan penanganan harus terus dilakukan agar tidak terjadi peningkatan lagi di masa mendatang.