Beranda Makassar Usai Adakan Halal Bi Halal, Kali Ini KKLR Bentuk SC Mubes Penyatuan KKTL

Usai Adakan Halal Bi Halal, Kali Ini KKLR Bentuk SC Mubes Penyatuan KKTL

0
Usai Adakan Halal Bi Halal, Kali Ini KKLR Bentuk SC Mubes Penyatuan KKTL

MAKASSAR,CARIBERITA.ID- Penyatuan dua organisasi Wija To Luwu (WTL) yakni Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) dan Kerukunan Keluarga Tana (KKTL) memasuki babak baru. Itu setelah KKLR membentuk Steering Commitee (SC) Musyawarah Bersama (Mubes) yang diketuai Dr Baharuddin Solongi MSi.

Hal tersebut merupakan hasil rapat konsolidasi (Rakor) Pengurus Besar (PB) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) di Hotel Maleo Makassar, Sabtu, 19 Juni 2021. تنزيل العاب اون لاين Rapat ini dipimpin langsung Ketua Umum PB KKLR, Ir Buhari Kahar Muzakkar MM. Sedang jalannya rapat dipandu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB KKLR, Dr Abdul Thalib Mustafa

Buhari mengatakan, Rakor ini dimaksudkan untuk membicarakan atau merumuskan kesamamaan visi di internal KKLR menuju agenda penyatuan organisasi kerukunan masyarakat WTL yaitu KKLR dan KKTL.

Terkait nama organisasi atau wadah tunggal kerukunan WTL, Buhari mengatakan, tetap mempertimbangkan aspek historikal awal lahirnya wadah kerukunan WTL yang digagas oleh para tokoh WTL pada tahun 1958 yakni Andi Ahmad, Andi Baso Rachim, Andi Attas, dan lainnya dengan nama Kerukunan Keluarga Luwu (KKL).

Kemudian menyesuaikan dengan terjadinya pemekaran daerah di wilayah Luwu Raya. Sehingga KKL berubah nama menjadi Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR). بيت واي Ini merupakan nama yang sepatutnya dipertahankan dan menjadi nama wadah tunggal bersama.

”Hal tersebut juga didukung dengan telah terbentuknya struktur kepengurusan KKLR tingkat wilayah (provinsi) dan cabang (kabupaten/kota) pada banyak wilayah di Indonesia,” jelas mantan anggota DPRD Sulsel dua periode ini. العاب بلاك جاك

Mengenai struktur organisasi, Buhari menjelaskan, seiring dengan dinamika perkembangan organisasi yang telah banyak terbentuk kepengurusan di luar wilayah Sulawesi Selatan, maka kedudukan Pengurus Pusat (PP) KKLR selanjutnya berada di Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia.

Penempatan kedudukan PP KKLR di Jakarta, juga dimaknai sebagai wujud win-win silution dengan KKTL agar wadah kerukunan keluarga WTL tak perlu lagi terjadi ada dua nama organisasi yang sesungguhnya maksud dan tujuannya adalah sama.

”Yang penting ke depan adalah melakukan persiapan dan langkah konkrit secara bersama KKLR dan KKTL untuk mewujudkan penyatuan tersebut,” tegas Buhari.

Thalib Mustafa sebagai moderator rapat menegaskan, jika di antara langkah-langkah yang diperlukan adalah membentuk SC untuk Mubes KKLR yang sekaligus bertugas melakukan persiapan dan perencanaan Mubes bersama KKTL.

Oleh karena itu, Kolonel Purnawirawan Ishak Abbas menambahkan, untuk itu maka komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi masing-masing tim dari KKLR dan KKTL perlu dilakukan secara intensif intensif.

Rapat ini cukup alot. Terutama saat membicarakan nama organisasi yang akan menjadi hasil penggabungan KKLR dan KKTL serta mekanisme Mubes bersama tersebut. Namun akhirnya, disepakati tiga poin rekomendasi.

Yang pertama, bahwa soal nama gabungan organisasi ini nantinya tetap menggunakan KKLR yang pusatnya di Jakarta. Pertimbangannya karena nama KKLR sudah lebih dulu dibentuk dan memiliki struktur yang lebih luas secara nasional.

Kedua, mekanisme Musyawarah Besar (Mubes) bersama didahului dengan Mubes masing-masing KKLR dan KKTL pada waktu yang sama dan di lokasi yang berdekatan. Kemudian dilanjutkan dengan Mubes gabungan antar unsur KKLR dan KKTL.

Ketiga, segera dibentuk Steering Commite (SC) yang diketuai Drs. Baharuddin Solongi MSi untuk KKLR. Sedang untuk panitia pelaksana akan diputuskan bersama PB KKLR dan KKTL. Termasuk tentang tempat pelaksanaan Mubes bersama.

Rapat ini unsur Pengurus Harian PB KKLR, unsur Dewan penasehat, dan unsur Pemuda WTL. Tampak hadir Irwan Hamid (anggota DPRD Sulsel), Ishak Abbas, Baharuddin Solongi, Dr. Muchlis Sufri, Jamal Nawir dan lainnya.

Comment

error: Content is protected !!