Beranda Luwu Pernah Dengar Istilah Mabbalao Cici, Budaya Luwu? Yuk Simak Penjelasannya

Pernah Dengar Istilah Mabbalao Cici, Budaya Luwu? Yuk Simak Penjelasannya

0
Pernah Dengar Istilah Mabbalao Cici, Budaya Luwu? Yuk Simak Penjelasannya

LUWU,CARIBERITA.ID- Pada dasarnya, laki-laki dan perempuan saat menginjak usia dewasa mereka akan dipertemukan di suatu masa di mana mereka dituntun untuk menjalin sebuah ikatan membangun rumah cinta atau keluarga melalui pernikahan.

Dalam Tradisi Adat Budaya Luwu, ada beberapa tahapan pernikahan untuk membangung rumah cinta yang kokoh, tahapan tersebut dikenal dengan istilah yaitu : Mabbalao Cici (Tikus Kecil), tahap ini merupakan tahap awal yang dilakukan seperti tingkah laku balao cici’ atau tikus kecil yang bersifat sangat rahasia. Biasanya ini dilakukan oleh seorang perempuan anggota keluarga dari mempelai pria yang sudah dewasa. بينجو اون لاين

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui atau mendapatkan keterangan mengenai putri atau anak gadis yang akan menjadi calon mempelai wanita. موقع روليت Usaha ini dilakukan dengan kunjungan ke rumah calon mempelai wanita secara pribadi bahkan kadang-kadang bermalam satu atau dua malam sambil berkenalan dengan orang tua atau keluarga dekat dengan cara yang sangat halus akhirnya dia akan berhasil mendapatkan informasi yang diperlukan. العب بلاك جاك

“Misalnya apakah pembawaan anak itu memang seperti diharapkan oleh calon mempelai pria dan orang tuanya, atau apakah putri tersebut sudah memiliki tunangan atau belum ada, kalau ternyata belum ada maka bagaimana gerangan yang menjadi idola bagi putri tersebut, serta orang tua atau keluarga dekatnya (tomasiri’na)”, sebut Opu Andi Saddakati di lansir dari Buku Penjelasan Singkat Upacara Akad Nikah Menurut Adat Luwu karya Anthon Andi Pangerang, Minggu (20/6/2021).

Demikian acara Mabbalao Cici’ itu berlangsung secara rahasia tanpa diketahui pihak siapapun selain oleh calon mempelai pria sendiri serta kedua orang tuanya yang dikenal dengan istilah Ripugau kenning na tenri pakku (walau betul-betul telah dilakukan tetapi tetap disangkali kebenarannya).

Comment

error: Content is protected !!