Beranda Luwu Timur Dua Tambang Nikel di Luwu Timur Diduga Cemari Lingkungan, Pemda Mengadu Ke Pemprov

Dua Tambang Nikel di Luwu Timur Diduga Cemari Lingkungan, Pemda Mengadu Ke Pemprov

0
Dua Tambang Nikel di Luwu Timur Diduga Cemari Lingkungan, Pemda Mengadu Ke Pemprov

LUTIM, CARIBERITA.CO.ID – Pemerintah kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama DPRD Luwu Timur bertandang di Kantor DPLH Provinsi Sulsel, Selasa (07/01/20), Kota Makassar.

Dilansir dari InputRakyat, Kunjungan itu merupakan tindak lanjut atas temuan Pemda dan DPRD Luwu Timur terkait sediment pond atau pengendapan bahan-bahan padat dari air buangan tambang milik PT. CLM dan PT. PUL, baru-baru ini.

Sediment pond kedua tambang nikel tersebut dinilai kurang maksimal dan melenceng dari dokemen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Lutim, H. Usman Sadik diterima langsung Plt Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Provinsi Sulsel, Andi Sarafah.

Usai rapat, Kepala Bidang Penataan dan Penaatan DLH Lutim, Nasir Dj mengatakan, rapat ini menghasilkan empat poin sebagai bentuk tindak lanjut, ungkapnya kepada media

Keempat poin itu yakni, tim DLH Lutim, DPLH Provinsi khususnya PLHD dan PPNS serta inspektur tambang ESDM Sulsel akan melakukan peninjauan lapangan.

Lanjutnya, mendorong pengawasan kolaborasi antara daerah, DPRD dan Provinsi serta membentuk tim yang diprakarsai ESDM Provinsi untuk mengundang pimpinan tertinggi kedua Perusahaan tersebut guna dilakukan evaluasi baik internal maupun eksternal.

Merekomendasikan kegiatan segera dihentikan sementara dan melakukan perbaikan-perbaikan lingkungan khususnya settling pond dan proses penambangan yang baik (good maening praktice) sesuai arahan AMDAL, ujarnya lagi.

Terakhir, merekomendasikan industri pengolahan berupa pembangunan smelter dalam rangka meminimalkan dampak lingkungan, karena secara teknis great yang low nikel (<1,8) tidak ekonomis.

Hal itu menjadi beban lingkungan ketika hanya ditampung di stock file. Oleh sebab itu, kehadiran smelter sangat dibutuhkan, selain mengurai beban lingkungan fisik juga berdampak positif pada Multiplier Effect kehidupan sosial ekonomi masyarakat, tambahnya.

Hadir dalam rapat tersebut, Wakil Ketua II DPRD Lutim, Usman Sadik, Anggota Komisi III DPRD Lutim, Najamuddin, Andi Surono, Andi Baharuddin dan Kabid Penataan dan Penaatan DLH Lutim, Nasir Dj.

Sementara dari Pemerintah Provinsi Sulsel yakni Plt Kadis DPLH Sulsel, Andi Sarafah, Sekretaris ESDM Sulsel, Sentot ID, Kabid Tata Lingkungan DPLH, Baso Pangeran, para PPLD, Kabid Pengawasan Dinas ESDM Sulsel, Jamaluddin, Kabid Minerba ESDM dan para Inspektur tambang Sulsel.(**)

Comment

error: Content is protected !!