Beranda Bulukumba Perkuat Toleransi, Banser Bulukumba Kawal Pelaksanaan Natal

Perkuat Toleransi, Banser Bulukumba Kawal Pelaksanaan Natal

0
Perkuat Toleransi, Banser Bulukumba Kawal Pelaksanaan Natal

BULUKUMBA, CARIBERITA.CO.ID – Setelah menuai polemik terkait perayaan Natal di Bulukumba, Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor) Bulukumba mengambil tindakan.

Polemik ini timbul karena adanya rekomendasi bersyarat yang dikeluarkan pemerintah kepada umat katolik yang hendak merayakan Natal. Seperi yang tertuang dalam surat rekomendasi, nomor : 425/2103/Pem, yang didalamya memuat beberapa syarat, seprti pada poin 4 “Memperoleh persetujuan dari warga dan pemerintah setempat”,yang langsung mendapatkan sorotan dari GP. Ansor Bulukumba.

Ketua GP Ansor Kabupaten Bulukumba Rasyidin mengatakan bahwa apa yang terjadi ini menunjukkan sikap pemerintah daerah bertentangan konstitusi, terutama hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan.

“Kami sudah menerima instruksi dari Pimpinan Pusat dan Wilayah serta setelah kami rapatkan tadi siang, kami GP Ansor Bulukumba memerintahkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melakukan penjagaan di gereja agar saudara kita umat katolik merasa aman dan nyaman dalam beribadah karena mereka juga berhak atas itu dan
sesuai pula sikap toleransi yang diajarkan oleh Rasulullah SAW”, katanya

Komandan Banser Bulukumba Mattuppuang Saat di temui cariberita.go.id mengatakan, dua gereja yang menjadi target pengawalan, yakni Gereja Toraja dan juga tempat ibadah Gereja Kristen Indonesia (GKI), di Jl S Majidi, Kelurahan Caile, Bulukumba. Rabu, (25/5/19).

“Yang kami lakukan hari ini merupakan panggilan nurani, untuk menjaga toleransi antar umat beragama”, Kata pemuda yang akrab disapa Tofu ini.

Kemudian lanjut Tofu, jelas bahwa negara kita sendiri mengakui keberadaan/keberagaman umat beragama di Indonesia, jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengawalan prosesi pelaksanaan ibadah saudara-saudara kita.

“Negara mengakui keberagaman agama. Islam, Hindu, Budha, termasuk Kristen adalah agama yang diakui oleh negara” Jelasnya.

Terkait dengan polemik yang terjadi, iapun berharap kejadin tersebut tudak lagi terulang, karena menyebabkan ketidak nyamanan dalam keberagaman.

“Harapan kami adalah, bagaimana menciptakan toleransi dan rasa nyaman buat saudara kita dalam melakukan ibadah, Tutup Tofu

Uccy Oemar

Comment

error: Content is protected !!