Beranda Kecelakaan 26 Korban Tewas, Bus Sriwijaya Yang Masuk Jurang Tak Layak Operasi

26 Korban Tewas, Bus Sriwijaya Yang Masuk Jurang Tak Layak Operasi

0
26 Korban Tewas, Bus Sriwijaya Yang Masuk Jurang Tak Layak Operasi

SUMSEL, CARIBERITA.CO.ID – Korban tewas kecelakaan Bus Sriwijaya di Tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan bertambah menjadi 26 orang dan 13 orang luka.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Palembang Dayu Willy mengungkapkan, tim evakuasi kembali menemukan satu orang korban meninggal saat melakukan penelusuran di Sungai Lematang.

“Korban bertambah satu jadi total 26 meninggal dunia. Jenis kelaminnya pria, korban sudah dievakuasi ke RSUD Besemah Pagaralam untuk proses identifikasi oleh forensik,” ujar Dayu, Selasa (24/12)

Tim evakuasi saat ini masih melakukan penelusuran di bibir tebing dan Sungai Lematang untuk mencari korban yang kemungkinan terbawa hanyut oleh arus Sungai Lematang. Bangkai bus yang dalam posisi terguling ke samping kanan masih berada di lokasi kejadian

Pihaknya masih fokus mencari korban-korban lainnya karena diduga masih ada yang terbawa arus.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi mengatakan, pihaknya mengirimkan tim disaster victim investigation (DVI) dari RS Bhayangkara Palembang untuk membantu proses identifikasi para korban kecelakaan.

Supriadi mengatakan evakuasi yang dilakukan tim gabungan masih terus dilakukan. Hanya saja identifikasi sulit dilakukan terhadap beberapa jenazah yang dalam kondisi tidak bisa dikenali

“Dari tim lalu lintas juga kita kirimkan untuk melakukan pengalihan arus di sekitar lokasi kejadian,”kata Supriadi,

Sejauh ini, pihaknya belum bisa mengetahui penyebab bus yang dikemudikan oleh Feri, warga Bengkulu tersebut bisa menabrak beton pembatas jalan kemudian jatuh ke dalam jurang setinggi 150 meter. Feri diketahui menjadi salah satu korban tewas dalam kecelakaan tersebut.

“Dugaannya pun belum bisa dikatakan karena sekarang masih fokus evakuasi, juga nanti akan olah TKP dari penyidik,” kata dia

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengatakan setelah mendapatkan informasi mengenai adanya kecelakaan tersebut, pihaknya segera mengecek data di dinasnya terkait operasional PO Bus Sriwijaya. Hasil penelurusan data pihaknya bahwa bus tersebut tidak laik operasi.

“Sisi ramp check-nya tidak sesuai dengan aturan sehingga seharusnya tak beroperasi. Selain ramp check, kami masih menelusuri permasalahan lainnya yang ada di bus. Intinya Bus Sriwijaya tidak laik beroperasi,” ujar Nelson

Nelson menambahkan, Bus Sriwijaya memang terdaftar sebagai angkutan kota antarprovinsi (AKAP) di Dinas Perhubungan. Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan ini. Terkait muatan yang tidak sesuai dengan manifest yang terdaftar dari pool bus, pihaknya melakukan investigasi lebih lanjut

“Adanya penumpang gelap atau tidak itu masih kita telusuri. Memang informasinya yang terdaftar cuma 27, namun korban di lapangan banyak. Sekarang petugas masih fokus evakuasi dulu di lapangan. Soal sanksi kita evaluasi terlebih dahulu,” kata dia**

Rls

Comment

error: Content is protected !!