Beranda Maros Pemuda Bontoa : Pemasangan Baliho Dengan Memaku Pohon Adalah Contoh Buruk

Pemuda Bontoa : Pemasangan Baliho Dengan Memaku Pohon Adalah Contoh Buruk

0
Pemuda Bontoa : Pemasangan Baliho Dengan Memaku Pohon Adalah Contoh Buruk

MAROS, CARIBERITA.CO.ID – Menjelang Pilkada 2020 baliho para Bakal Calon Bupati Maros ramai  terpasang di setiap sudut kota Maros sampai di Desa-desa terpencil.

Ramainya baliho terpasang setiap tempat. Hal ini Pemuda Bontoa angkat bicara terkait ramainya baliho – baliho yang terpasang di pohon – pohon dan terpaku. Menurut mereka memaku pohon dan memasang baliho di pohon sudah bisa di kategori merusak lingkungan hidup.

Menurut Arung salah satu Pemuda Bontoa mengatakan ” maraknya pemasangan Baliho dan memaku di pohon ini sudah bisa dikatakan termaksud sebagai kategori merusak lingkungan, ini sudah tidak sesuai dengan UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolahan Lingkungan Hidup. Tentunya ini salah satu contoh buruk yang di lalukan pada menjelang Pilkada dan semoga nantinya Komisi Pemilihan Umum (KPU)  membuat aturan larangan Calon memasang dan memaku baliho di pohon,” Jelasnya Arung diSaat ditemui media di Labo Cafe Tambua Maros (Rabu, 27/11/2019)

Rahmat Nasura’ yang juga salah satu Pemuda Bontoa yang menyesalkan maraknya pemasangan baliho dan memaku pohon mengungkapkan “Kampanye memang hal yang penting dari sebuah Pemilu karena sebagai sarana edukasi politik, tapi apakah tidak bisa berkampanye tanpa Melukai Pohon (Tree Spiking)?
Melakukan Tree Spiking berarti merusak lingkungan dan mencederai tumbuh kembangnya pepohonan serta kemungkinannya akan nihil Penghijauan. Jadi cukuplah bagi kami berteman setia dengan krisis air bersih di Tanah Bontoa, jangan lagi adakan New Krisis di Tanah kami” ujar Rahmat

Sementara itu Bang Chako juga menambahkan “Janji dan pemilu adalah saudara kandung yang tak terpisahkan. Selain menancapkan janji di hati masyarakat, Bakal Calon Bupati dan Tim Suksesnya juga menancapkan paku pada pepohonan sebagai media pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), bagaimana mau jadi pemimpin yang baik kalau lingkungan saja dirusak” ucap pemuda yang akrab disapa Bang Chako

“Pemasangan APK di pohon tentu bukan pada seharusnya, sebab itu melanggar aturan dan menyakiti makhluk hidup. Barangkali, para Bakal Calon dan Tim suksesnya tak tahu atau pura-pura tak tahu dampak buruk paku pada makhluk peneduh itu, intinya Pemerintah Daerah Kab. Maros dengan DPRD Kab. Maros harus mengambil sikap terhadap pemasangan APK dengan memaku Pohon.” tutup Bang Chako

Comment

error: Content is protected !!