Beranda Makassar Aktivis Mahasiswa Luwu dan Bone Angkat Bicara Soal Isu Pertikaian Antar Daerah

Aktivis Mahasiswa Luwu dan Bone Angkat Bicara Soal Isu Pertikaian Antar Daerah

0
Aktivis Mahasiswa Luwu dan Bone Angkat Bicara Soal Isu Pertikaian Antar Daerah

MAKASSAR, CARIBERITA.CO.ID – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya Universitas Hasanuddin (IPMIL RAYA UNHAS) Bersama Ikatan Keluarga Mahasiswa Bone Universitas Hasanuddin (IKMB Unhas) Angkat bicara soal isu (hoax) yang beredar tentang pertiakain antar daerah, di Makassar, Kamis,21 November 2019.

Pada pertemuan yang di adakan antar ketua – ketua seorganda unhas mengenai camp social yang akan di adakan bersama Ketua IPMIL RAYA UNHAS bersama IKMB Unhas membahas sedikit isu yang beredar di masyarakat.

Sejak di bangunnya organisasi kedaerahan di unhas dan sampai hari ini pun organisasi kedaerahan yang ada di unhas masih menjalin hubungan silaturahmi yang baik. Salah satu agenda mereka ialah camp social se-organda unhas. Saat ini ada 13 organda unhas yang tergabung dalam kegiatan yang akan di laksanakan ini.

Sampai hari ini banyak orang yang di luar sana beranggapan bahwa terjadi pertikaian yang melibatkan antar daerah Bone dan Palopo, untuk itu kemudian kedua ketua angkat bicara soal ini.

“Hari ini kami para ketua berkumpul di kampus untuk membahas mengenai kegiatan yang akan kami lakukan bersama, dimana dalam kegiatan “camp social se-organda unhas” ini ada tiga point yang ingin di capai :
1. Memperkuat hubungan silaturahmi
2. Bakti sosial
3. Sebagai sarana liburan setelah UAS.
Karena itu jika ada isu yang beredar bahwa terjadi pertikaian antar organda yang ada di unhas, maka kami para ketua yang akan paling pertama berkata bahwa itu “TIDAK BENAR” kata Salman Amir Ketua IPMIL RAYA UNHAS.

” Kita boleh berbeda soal suku dan budaya tapi kita saudara sebagai manusia yang beradat, dan kita boleh lawan dalam konteks argumentasi dan tukar pikiran” ucap ketua IKMB Unhas MUH. SULFIHIDAYATULLAH.

“Terlalu membawa ego kedaerahan hanya akan membawa kita ke masa lalu sebelum label simbol kelahiran bangsa Indonesia di ucapkan oleh para pemuda, bukan perkara yang mudah untuk menyatukan ego ego daerah yang ada untuk bergabung dalam ego persatuan Indonesia pada masa itu, karena itu jika hari ini kita terlalu mengedepankan ego daerah masing-masing itu hanya akan menciderai ego persatuan yang ada pada “Sumpah Pemuda”, karena itu harapan saya untuk sodara-sodara ku yang bergelut dalam roda organisasi kedaerahan , eksistensi lembaga kedaerahan yang ada itu hanya untuk merangkul sodara se tanah asal, saling membantu dan kemudian bersama-sama membangun daerah kelahiran masing-masing, berpikir dan bersama-sama memecahkan masalah-masalah daerah yang ada” tambah ketua umum IPMIL RAYA UNHAS.

Comment

error: Content is protected !!