Beranda Maros Kisah Pilu Syamsir, Bocah Lima Tahun Penderita Kanker Mata, Peserta BPJS di Maros

Kisah Pilu Syamsir, Bocah Lima Tahun Penderita Kanker Mata, Peserta BPJS di Maros

0
Kisah Pilu Syamsir, Bocah Lima Tahun Penderita Kanker Mata, Peserta BPJS di Maros

MAROS, CARI BERITA – Bocah lima tahun di Kecamatan Maros Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsir, harus kehilangan biji mata gegara penyakit yang dideritanya.

Syamsir divonis dokter mengidap Retinoblastoma atau kanker mata stadium tiga. Akibatnya, biji mata sebelah kanan Syamsir, harus dioperasi dan diangkat oleh tim Dokter. Syamsir dioperasi sepekan yang lalu, di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar.

Ayah Syamsir, Basri (31), mengatakan awalnya putranya tersebut hanya mengidap penyakit mata biasa. Makanya, kata dia, putra semata wayangnya tersebut hanya diobati menggunakan ramuan tradisional. Bukannya sembuh, penyakit mata yang diderita putranya malah semakin parah.

“Penyakit matanya tak kunjung sembuh, bahkan lambat laun muncul benjolan, yang semakin hari semakin membesar,” kata Basri, kepada reporter cariberita.co.id, Jumat (15/11/2019).

Gegara mata putranya yang tak kunjung sembuh, Basri dipanggil pulang ke Maros oleh istrinya, Risma (29). Ia bekerja sebagai nelayan di Papua, provinsi paling timur Indonesia.

“Demi anak, saya putuskan kembali ke Maros untuk merawatnya. Kerjaan di Papua saya tinggalkan,” ujarnya.

Setibanya di Maros, Basri mengaku mulai merawat putranya tersebut Termasuk, mengurus kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan buat Syamsir.

Saat Syamsir mulai dirawat, Basri malah digugat cerai oleh istrinya, Risma. Proses cerai Risma dan Basri, kini tengah bergulir di Pengadilan Agama (PA) Maros. Risma memutuskan pulang ke rumah orang tuanya, sedangkan Basri menetap di rumahnya, Dusun Tebbang’e, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Maros.

“Sejak itu, saya yang merawat Syamsir seorang diri, karena ibunya pulang ke orang tuanya. Termasuk pulang pergi ke Makassar, untuk check up kesehatan Syamsir,” ujarnya.

Basri mengaku, sudah menghabiskan uang jutaan rupiah untuk pengobatan Syamsir. Bahkan kalung emas, tabungan, hingga hasil jerih payahnya di Papua ikut habis, demi kesembuhan buah hatinya itu. Kini, Basri terpaksa bekerja sebagai buruh lepas, demi mencari uang untuk pengobatan putranya.

“Tabungan juga sudah habis, padahal Syamsir masih harus menjalani kemoterapi, agar sel kanker tidak naik ke otaknya,” tuturnya.

Basir mengaku sangat membutuhkan bantuan, agar putranya tersebut bisa berobat lagi. Apalagi ia harus bolak-balik ke RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, untuk kemoterapi.

”Semoga Syamsir cepat sembuh dan kankernya tidak sampai ke otak. Kami sangat ingin lihat dia seperti dulu lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Desa Borikamase, Aswin, mengaku pihaknya telah berupaya menggalang donasi buat Syamsir. Termasuk donasi yang diinisiasi Camat Maros Baru, Andi Zulkifli dan jajarannya.

“Pak Camat Maros Baru sudah melihat langsung kondisi Syamsir, dan menggalang dana bersama pihak desa dan kecamatan,” ujar Aswin.

Aswin juga berharap ada donatur bersedia membantu pengobatan Syamsir. Pantauan tim Cariberita.co.id sebelah kanan Syamsir masih diperban. Dan dalam waktu dekat, Syamsir bakal menjalani kemoterapi lagi di RSUP Dr Wahidin Makassar.

CaberMaros : Hamzah Usman

Comment

error: Content is protected !!