Beranda Makassar Mahasiswa Unismuh Demo Pasca Pelantikan Presiden RI

Mahasiswa Unismuh Demo Pasca Pelantikan Presiden RI

0
Mahasiswa Unismuh Demo Pasca Pelantikan Presiden RI

MAKASSAR, CARIBERITA.CO.ID – Sehari Pasca Pelatikan Jokowi-Ma’ruf, Mahasiswa Sospol Unismuh Makassar Kembali Demo (Senin, 21/10/2020)

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Sospol UMM kembali menggelar Aksi unjuk rasa dipertigaan Jl.Sultan Alauddin-Jl.A.P Pettarani.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut mereka membungkus tuntutannya dalam “Demokrasi Diambang Batas” dengan disertai isu turunan menolak segala UU yang tidak pro rakyat, Tolak kenaikan iuran BPJS, Copot Tito Karnavian sebagai Kapolri dan usut tuntas kematian 5 aktivis, Presiden jangan diam dan segera damaikan papua, serta stop tindakan represif aparat kepolisian. Sesuai dari gerakan awalnya dihari Jumat, 18/10/2020.

“Jadi aksi kami hari ini adalah terakhir dari aksi maraton yang dimulai dari tanggal 18 sampai 21 Oktober 2019, tapi bukan berarti kami akan berhenti mengawal tuntutan kami, kami terlebih dahulu mengikuti perkembangan kinerja presiden dan wakil presiden terpilih yang baru saja dilantik kemarin, ketika kemudian respon mereka tetap sama dengan hari ini maka tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi serupa dan kembali melakukan riak-riak diTanah Makassar ini” Tegas Imam Selaku Jenderal Lapangan

“Apalagi dilansir dari media sewor.com kami dikatakan seperti anak kecil yang rewel, bandel, keras kepala norak, dan lebay karena menggelar aksi unjuk rasa dihari pelantikan kemarin, sepertinya oknum ini tidak tau membaca atau bagaimana, karena demonstrasi itu dilindungi Undang-undang sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 E Ayat 3 dan dipertegas Undang-undang No.09 1998, maka sedikit saran kepada beliau budayakan membaca jangan tong kosong nyaring bunyinya” Sambung Imam kepada awak media

Pada gelaran aksi unjuk rasa itu mengakibatkan kemacetan dari arah Jl.Sultan Alauddin menuju Jl.AP Pettarani dan Jl.AP.Pettarani menuju Jl.Andi Tonro, mereka bergantian menyampaikan orasinya sebagai bentuk kekesalannya kepada pemerintah pusat.

“Aksi kita hari ini adalah merupakan bentuk kekecewaan kita kepada pemerintah, rentetan problem-problem sosial yang ditolak mahasiswa pada aksi besar-besaran bulan september kemarin yang diantaranya revisi beberapa UU, kematian 5 saudara kami, pemberontakan dipapua hingga kenaikan iuran BPJS sama sekali tidak direspon pemerintah pusat, dan lebih ironinya lagi pemerintah pusat hari hanya disibukkan dengan pembagian kursi-kursi menteri bersama partai pendukungnya” Lanjut Jalil Abede dalam orasinya selaku kordintor mimbar.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi maraton yang sudah berlansung dari tanggal 18 Oktober dengan jenderal lapangan Muh Imam Anugerah Caesar yang juga merupakan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sospol Unismuh dan kordinator lapangan yakni ketua-ketua lembaga internal sesospol.

“Saya selaku ketua BEM sospol mewakili mahasiswa se-sospol unismuh makassar agar sekiranya pemerinta pusat mendengar dan merespon tuntutan kami hari ini dan jangan pura-pura menutup mata dan telinganya akan keresahan masyarakat tanah Makassar” Tutup Rasyiidah Fikri selaku ketua BEM sospol

Comment

error: Content is protected !!