Beranda Luwu MoU Dengan Unhas, Basmin Mattayang Ingin Luwu Bebas Banjir Tahun 2022

MoU Dengan Unhas, Basmin Mattayang Ingin Luwu Bebas Banjir Tahun 2022

0
MoU Dengan Unhas, Basmin Mattayang Ingin Luwu Bebas Banjir Tahun 2022

MAKASSAR, CARIBERITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu dan Universitas Hasanuddin menanda-tangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kemasyarakatan, Bertempat di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin lantai 4, Makassar, Selasa, 1 Oktober 2019, sekitarPukul 10.00 WITA

Prosesi penanda-tanganan Nota Kesepahaman tersebut, dilakukan langsung Bupati Luwu, Drs. H. Basmin Mattayang, M.Pd dan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu

Salah satu poin penting yang disepakati dan dituangkan dalam MoU yang berlaku lima tahun tersebut (2019-2024), adalah jalinan kerjasama penelitian penanggulangan bencana banjir dari hulu hingga hilir di Kabupaten Luwu

Skema penelitian penanggulangan bencana banjir dimaksud, mengatur metode riset yang akan fokus dilakukan guna menemukan dan merumuskan pola tindak lanjut pengantisipasian dan penanggulangan bencana banjir yang rentan melanda wilayah Kabupaten Luwu di musim penghujan.

“Substansi kerjasama riset penanggulangan banjir ini sudah lama saya pikirkan formatnya, jauh sebelum saya maju di Pilkada Luwu dan dilantik sebagai Bupati Luwu masa jabatan 2019-2024. Pemikiran tersebut, berdasar pada kondisi daerah Kabupaten Luwu yang nyaris di setiap musim penghujan dilanda bencana banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, Suli Barat, Ponrang, dan sejumlah kecamatan lainnya. Dan sebagai warga Luwu, saya sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Dimana dampaknya menyisakan penderitaan berkelanjutan bagi masyarakat. Alhamdulillah konsep pemikiran tersebut, direspons baik oleh Ibu Rektor beserta jajarannya. Dan pada pagi hari ini, penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Luwu dengan Universitas Hasanudin telah terealisasi,” papar Basmin dalam sambutannya di seremoni penanda-tanganan MoU tersebut.

Lanjut dikatakan Basmin, betul bahwa bencana banjir merupakan musibah yang terjadi di luar daya manusia. Namun, sambungnya, faktor penyebab dan dampaknya dapat diminimalisir melalui sentuhan praktik keilmuan yang ilmiah, relevan, dan solutif.

“Dampak sosial yang ditimbulkan bencana banjir di Luwu dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sangat besar kerugiannya. Seperti jatuhnya korban jiwa, gagal panen, rumah kediaman yang porak-poranda, sentra usaha ekonomi rumahan yang gulung-tikar, rusaknya infrastruktur jalan dan gedung layanan publik, kualitas kesehatan masyarakat yang menurun, serta ganggunan kondisi psikis warga. Sungguh kasihan masyarakat. Akibatnya, Warga yang tadinya sudah mulai beranjak ke taraf hidup yang lebih baik, harus kembali ke-nol akibat bencana banjir, Saya tidak mau warga luwu, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini daerahnya menjadi langganan banjir terus menderita akibat kita sebagai pemerintah tidak fokus melalukan langkah-langkah perbaikan, saya mau 2022 luwu bebas dari banjir, mohon doa seluruh masyarakat”. terang Basmin dengan nada prihatin.

“Nah, dampak-dampak itulah yang akan menjadi salah satu fokus kita untuk diminimalisir melalui tindaklanjut Nota Kesepahaman yang barusan ditanda-tangani naskahnya. Intinya, kita harus mewujudkan kondisi dimana masyarakat Kabupaten Luwu dapat survive dari ancaman bencana banjir,” tegas Basmin.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan, sejumlah poin yang akan dikerja-samakan dan tertuang dalam MoU adalah bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam memikirkan kualitas hidup masyarakatnya.

“Saya sangat salut dan mengapresiasi komitmen Bapak Bupati Luwu yang begitu intens memperhatikan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. Dan Nota Kesepahaman ini merupakan salah satu wujud ketulusan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Luwu terhadap nasib dan kepentingan warganya. Insya Allah kami akan memaksimalkan dan mengoptimalkan segala potensi sumber daya yang dimiliki untuk mengawal pengimplementasian semua poin kerjasama yang telah disepakati dalam Memorandum of Understanding ini,” ucap Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu

(Rls/ekki)

Comment

error: Content is protected !!