Beranda Gowa Begini, Kronologis Lengkap Penganiayaan Guru SD Di Sulawesi Selatan

Begini, Kronologis Lengkap Penganiayaan Guru SD Di Sulawesi Selatan

0
Begini, Kronologis Lengkap Penganiayaan Guru SD Di Sulawesi Selatan

GOWA, CARI BERITA – Seorang Guru Sekolah Dasar (SD) Inpres Pabangiang Kelurahan Tombolo Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh keluarga siswanya sendiri

1. Berawal Dari Perkelahian Dua Orang Siswa Sekolah Tersebut

Sebut saja Astia, dijelaskannya kepada Tim Cari Berita, peristiwa tersebut berawal saat terjadi perkelahian antar dua siswanya yang duduk di kelas lima, Deni dengan Furkan, Selasa, 03/09/2019 kemarin

Lanjutnya, masalah antara Deni dan Furkan  keduanya sudah didamaikan oleh pihak sekolah hari itu juga.

“Kejadiannya hari Selasa, pada hari itu juga pihak sekolah sudah damaikan, Entahlah bagaimana laporan salah satu anak ini ke orang tuanya, sehingga orang tua siswa Deni datang hari Rabu kemarin, pas jam istirahat,” jelasnya pada cariberita.co.id , Kamis, 05/09/2019

2. Orang Tua Salah Satu Siswa Tersebut Datang Bersama Anak Anaknya

Dijelaskan lebih lanjut Oleh Kepala Sekolah SD Inpres Pabbangiang, Nurjannah mengungkapkan bahwa orang tua Deni yang bernama Rahmatiah datang bersama dua orang putrinya.

Mereka kemudian melakukan kekerasan terhadap Furkan (F), salah seorang siswa yang bermasalah dengan Deni dihari sebelumnya

“Mereka menjewer telinganya hingga ke ruang kantor sekolah, Jadi guru itu semua sudah berkumpul di depan ruangan lantas orang tua siswa masuk di kelas menjewer telinga siswa Furkan (F) menarik sampai di kantor. Terus dia bilang ‘Ini anak kita kurang ajar, ajar baik-baik, dia ganggu anakku,” ungkapnya

3. Ibu Guru Yang Menjadi Korban Awalnya Berniat Menyelesaikan Perkara Tersebut

Sementara itu, Astia guru yang menjadi korban pengeroyokan berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dengan mengajaknya ke ruang kelas.

“Setelah itu, guru tersebut (Astia) memanggil orang tua ke ruangan kelas untuk menyelesaikan ternyata bukan penyelesaian malah lebih para dari itu,” tambah Nurjannah.

Terpisah, Astia yang menjadi korban mengungkapkan bahwa pengeroyokan yang dialaminya dilakukan oleh kedua kakak dari Deni (D) yaitu Novalia (N) dan Aprilia (APR) di ruang kelas. Dari kejadian itu muka korban mengalami luka.

“Ini muka kemarin ini berdarah ini dicakar kakaknya dua orang. Kan itu dia datang empat orang, tiga orang ini yang masuk cuma ini ibunya tidak sempat maju memukul karena sudah ada teman yang menghalangi hanya dua orang ini kakaknya ini Deni (D),” jelasnya.

4. Pengeroyok Ibu Guru Kini ditahan di Mapolres Gowa

Astia juga menyebutkan bahwa ia sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. “Saya laporkan kemarin setelah kejadian itu kurang lebih 20 menit saya langsung ke Polsek sudah diproses dan sudah divisum dan saya dengar sudah dilimpahkan ke Polres,” tambahnya.

(Ekki)

Comment

error: Content is protected !!