Beranda Luwu Sebuah Rekaman Percakapan Telepon Diputar, Saat 5 Komisioner KPU Luwu disidang DKPP

Sebuah Rekaman Percakapan Telepon Diputar, Saat 5 Komisioner KPU Luwu disidang DKPP

0
Sebuah Rekaman Percakapan Telepon Diputar, Saat 5 Komisioner KPU Luwu disidang DKPP

LUWU, CARI BERITA – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kembali menggelar sidang kode etik penyelenggara pemilu untuk perkara nomor 151-PKE-DKPP/VI/2019, di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, pada Kamis, 29/8/2019

Sidang dengan Teradu Ketua dan Anggota KPU Kab. Luwu. Mereka adalah Hasan Sufyan, Abd. Thayyib Wahid R, Adly Aqsha, Muhammad Samsir, dan Abdullah Sappe Ampin Maja

Sidang pemeriksaan yang ke-2 ini mengagendakan mendengarkan pokok-pokok aduan dari Pengadu dan mendengarkan jawaban dari Teradu, dan juga mendengarkan keterangan Terkait saksi yang dihadirkan dalam sidang.

1. Komisioner KPU Luwu diadukan oleh Sul Arrahman

Para Teradu diadukan oleh Sul Arrahman, Anggota DPRD Kab. Luwu dari Fraksi  Golkar ,Berdasarkan dalil aduannya, Teradu diduga melanggar kode etik penyelenggara pemilu karena melakukan intervensi kepada Anggota PPK Kec. Bajo untuk mengulur waktu, agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang diputuskan oleh KPU Luwu menjadi kadaluwarsa dan tidak dapat dilaksanakan.

“Tindakan ini menunjukkan adanya indikasi kepentingan tertentu dari Pak Thayyib selaku Komisioner KPU yang dengan sengaja mengambil suatu tindakan yang menguntungkan pihak tertentu,” Ungkapnya dalam Persidangan

“Kemudian, yang bersangkutan juga diduga dengan sengaja melakukan perbuataan menghalang-halangi rekomendasi Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 4 Tallang Bulawang yang telah diputuskan oleh KPU Kab. Luwu sendiri,” lanjutnya.

2. Ketua KPU Luwu membantah tuduhan pengadu

Ketua KPU Luwu Hasan Sufyan membantah tuduhan Pengadu. Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menjunjung tinggi asas penyelenggaraan pemilu yang berpedoman pada prinsip penyelenggara pemilu terhadap semua rangkaian proses pemilu.

“Pada dasarnya, PPK sifatnya hanya menyampaikan usulan pelaksanaan PSU ke KPU Kabupaten untuk pengambilan keputusan, dan KPU Kab. Luwu segera menindaklanjuti temuan yang disampaikan melalui rekomendasi temuan Panwascam Kecamatan Bajo” jelasnya kepada majelis

3. Sebuah Rekaman Percakapan Telepon diperdengarkan dihadapan Majelis DKPP

Pengadu menghadirkan dua orang saksi yakni Nirwana dan Ismail Ishak untuk memperkuat dalil aduannya.

Dari Informasi yang dihimpun Tim Cari Berita, pada persidangan tersebut, diperdengarkan di hadapan Majelis sebuah rekaman yang diduga adalah percakapan telepon antara Salah satu Komisioner KPU Luwu dengan Salah Seorang PPK Kecamatan Bajo dimana pada isi rekaman membahas terkait dengan Pemilihan Suara Ulang di Salah Satu TPS Desa Tallang Bulawang, Bajo.

Sidang dipimpin oleh Anggota DKPP Dr. Prof. Teguh Prasetyo sebagai Ketua Majelis bersama Tim Pemeriksaan Daerah (TPD) Prov. Sulawesi Selatan, yakni Ma’ruf Hafidz (unsur Masyarakat), Azry Yusuf (unsur Bawaslu, dan M. Asram Jaya (unsur KPU).

Hadir pihak terkait Ketua Bawaslu Kab. Luwu, Abdul Latif Idris dan Anggota, Koordiv Hukum dan Penindakan Kaharuddin juga Koordiv SDM Asriani Baharuddin**

Comment

error: Content is protected !!