Beranda Luwu FPI Luwu Raya Dukung Pemerintah Tutup THM di Luwu

FPI Luwu Raya Dukung Pemerintah Tutup THM di Luwu

0

Soal rencana Pemda dan Polres Luwu tutup THM, Front Pembela Islam (FPI) perwakilan Luwu Raya angkat bicara. Selain menyatakan dukungan, organisasi Islam yang dikenal getol dalam memberantas berbagai bentuk kemaksiatan dalam memperjuangkan tegaknya amar ma’ruf nahi munkar ini bahkan menyatakan siap turun aksi membantu Pemda dan Polres jikasanya memang dibutuhkan.

Abd.Rauf Ladewang dalam pernyataan Sikap yang diterima redaksi media ini mengaku sangat mengapresiasi langkah pemerintah Daerah kabupaten Luwu dalam menertibkan THM, khususnya yang kini kian marak di Tana Luwu, Bumi Sawerigading. Pentolan Ummat FPI Luwu Raya ini juga mengemukakan beberapa alasannya dalam mendukung penertiban THM di Tana Luwu.

Menurutnya, Tana Luwu adalah kawasan religius dan daerah yang sangat menjunjung tinggi budaya serta Adat Istiadat yang sangat menentang kemaksiatan seperti peredaran minuman keras, Narkoba hingga prostitusi. Apalagi kehadiran tempat hiburan malam alias THM ini memang sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Luwu, terkenal sebagai sumber perilaku maksiat, tempatnya Minuman keras, Narkotika dan Obat terlarang, bahkan tidak jarang menjadi sarana prostitusi terselubung oleh oknum-oknum berwatak bejat.

Mubaligh FPI yang akrab disapa Bang Rauf ini pun menambahkan, bahwa bukan hanya bagi kaum Muslim, tidak ada suatu ajaran agama apapun di Indonesia yang melegalkan kemaksiatan akibat kehadiran THM ini. “Bahkan semua agama melarangnya”, tegas Bang Rauf.

“Tak ada manfaatnya sama sekali, yang ada justru banyak membawa dampak negatif, baik terhadap remaja, maupun orang tua,” lanjutnya.

“Bahkan, tidak jarang ditemukan perkelahian remaja dan kelompok usai menengak minuman keras dari cafe. Ini bukti bahwa Minuman keras merupakan salah satu sumber kemaksiatan,” tutup Bang Rauf.

Jika dikaji dari berbagai riwayat peristiwa kriminal yang pernah terjadi, memang benar ada banyak tindak kejahatan yang awalnya dipicu oleh efek minuman keras, bahkan parahnya sampai berefek ke lingkup keluarga sendiri, tidak sedikit rumah tangga yang berantakan akibat kehadiran Tempat Hiburan Malam yang selama ini dijadikan ajang mencari kepuasan seksual bagi para pria hidung belang. Belum lagi soal masa depan generasi bangsa yang juga tak lolos dari ancaman kemaksiatan akibat kebebasan dari bos-bos THM yang ada di Luwu, apakah kita harus mengorbankan kalangan remaja penerus kita dan memberi keuntungan yang berlimpah kepada mereka para pemilik THM?.

Comment

error: Content is protected !!