Beranda Nasional PNEUMONIA pada Bayi

PNEUMONIA pada Bayi

0
PNEUMONIA pada Bayi

Oleh : Dr. Amaliyah Mustari
(Dokter Umum Puskesmas Pantai Amal)

PNEUMONIA merupakan penyebab utama kematian balita di dunia, khususnya menyerang anak usia dibawah 5 tahun. Di Indonesia, pneumonia masih merupakan masalah besar, mengingat angka kematian akibat penyakit ini masih tinggi. Hasil survei Sistem Registrasi Sampel (SRS) oleh Balitbangkes tahun 2014 menyebutkan proporsi kematian Pneumonia pada balita yaitu 9,4 %.

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran nafas bagian bawah, yaitu dimulai dari trakea, bronkhus, daerah parenkim paru serta alveoli. Pneumonia biasanya disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Namun sebagian besar gejala yang serius dan yang tersering disebabkan oleh bakteria. Tanda dan gejala penyakit dapat berupa batuk, kesukaran bernafas, nafas cepat dan demam.

  • Napas cepat:
    • Anak umur < 2 bulan : ≥ 60 kali/menit
    • Anak umur 2 – 11 bulan : ≥ 50 kali/menit
    • Anak umur 1 – 5 tahun : ≥ 40 kali/menit
    • Anak umur ≥ 5 tahun : ≥ 30 kali/menit
  • Suara merintih (grunting) pada bayi muda
  • Pada auskultasi terdengar:
    • Crackles (ronki)
    • Suara pernapasan menurun
    • Suara pernapasan bronkial

Dalam keadaan yang sangat berat dapat dijumpai bayi tidak dapat menyusu atau minum/makan, atau memuntahkan semuanya, kejang, letargis atau tidak sadar, sianosis hingga distres pernapasan berat. Untuk itu, jika terdapat gejala-gejala tersebut, segeralah datang memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Penyebab Pneumonia Bakterial

Pneumonia bakterial terjadi saat bakteri melewati mekanisme pertahanan tubuh, masuk ke dalam paru-paru, dan menyebabkan radang. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia, meliputi Streptococcus sp.Mycoplasma sp.Staphylococcus sp.Haemophilus sp., dan Legionella sp.

Faktor Risiko Pneumonia Bakterial

Beberapa faktor risiko seseorang dapat mengidap pneumonia bakterial, antara lain:

  • Bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun, karena sistem imun belum sempurna.
  • Bayi dan balita yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif)
  • Bayi dan balita dengan gizi kurang atau gizi buruk
  • Dewasa berusia lanjut di atas 65 tahun.
  • Kebiasaan merokok, karena merusak sistem imun alami tubuh.
  • Mengidap penyakit kronis seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis, dan penyakit jantung.
  • Sistem imun lemah, seperti pada pengidap HIV/AIDS, transplantasi organ, kemoterapi kanker, atau pengguna steroid jangka panjang.

Pencegahan Pneumonia Bakterial

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah pneumonia bakterial, antara lain:

  • Menjalankan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga.
  • Memberikan ASI pada bayi serta gizi yang cukup bagi anak dan bayi dan balita.
  • Menjaga kebersihan, dengan mencuci tangan agar terhindar dari penyebaran virus atau bakteri penyebab pneumonia.
  • Melakukan vaksinasi terhadap kuman penyebab pneumonia. Antara lainimunisasi Hib (haemophilus influenzae tipe B),vaksin campak, serta vaksin pertusis atau batuk rejan yang dikenal dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus).
  • Menghentikan kebiasaan merokok, untuk mencegah kerusakan saluran nafas dan paru-paru, yang dapat mempermudah terjadinya infeksi.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol, karena dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga lebih rentan terserang pneumonia.
  • Lingkungan rumah yang

Pengobatan Pneumonia Bakterial

Pengobatan pneumonia bertujuan untuk meringankan gejala, menyembuhkan infeksi yang terjadi, serta mencegah komplikasi yang dapat ditimbulkan. Pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab serta tingkat keparahan yang dialami oleh penderitanya. Bagi penderita pneumonia ringan, umumnya tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit, dan dapat diberikan obat berupa:

  • Analgesik dan Antipiretik. Obat-obatan ini diberikan untuk meredakan demam dan rasa tidak nyaman. Antara lain dapat diberikan Paracetamol atau Ibuprofen
  • Antitusif atau Mukolitik. Obat jenis ini diberikan untuk meredakan batuk, serta membantu pengeluaran lendir yang berfungsi untuk mengencerkan dahak (mukolitik).
  • Antibiotik. Obat ini diberikan untuk mengatasi pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Umumnya antibiotik diberikan selama 3 hari untuk mengatasi bakteri penyebab infeksi.
  • Untuk pneumonia yang berat, dengan distres nafas, penurunan saturasi oksigen, gangguan kesadaran bahkan kejang harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

(Rujukan : Pedoman Tatalaksana Pneumonia Balita, Kemenkes RI, 2015)

Comment

error: Content is protected !!